Berita

Rangkul 813 Anak Putus Sekolah, PKBM Surya Muhammadiyah Banyumas Resmi Diluncurkan di UMP

PWMJATENG.COM, BANYUMAS — Pimpinan Daerah Muhammadiyah meresmikan peluncuran program PKBM Surya Muhammadiyah Banyumas untuk memberikan akses pendidikan kesetaraan gratis bagi ratusan anak putus sekolah dan kelompok disabilitas di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Ahad (9/8/2026). Langkah strategis ini menjadi angin segar bagi pemerataan akses pendidikan non-formal di wilayah Banyumas.

Sejumlah tokoh penting menghadiri acara peluncuran tersebut. Tampak hadir Wakil Rektor 3 UMP Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., Ketua PDM Banyumas Drs. M. Djohar, M.Pd., Bupati Banyumas Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., Anggota DPRD Jawa Tengah Bintang Romadhon, hingga Direktur PNFI Kemendikdasmen RI Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T.

Selaku tuan rumah, Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyambut hangat gerakan pendidikan inklusif Banyumas ini. Wakil Rektor 3 UMP, Ikhsan Mujahid, menyampaikan apresiasi mendalam saat membuka agenda MPLS PKBM tersebut.

“Kami menyampaikan selamat datang di UMP. Kami sangat mengapresiasi dan mendoakan agar kegiatan MPLS PKBM Surya Muhammadiyah Banyumas pada pagi hari ini berjalan lancar dan sukses,” ujar Ikhsan.

Jangkau Ratusan Siswa di 25 Kecamatan

Gerakan sosial ini langsung menyedot perhatian publik karena skalanya yang sangat masif. Ketua PDM Banyumas, M. Djohar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendirikan 25 titik pusat belajar yang tersebar di hampir seluruh kecamatan.

Saat ini, sebanyak 813 siswa telah terdaftar dalam program sekolah kesetaraan tersebut. Rinciannya mencakup 213 murid Paket A, 225 murid Paket B, serta 374 murid Paket C.

Menariknya, lembaga ini tidak hanya menerima anak putus sekolah di Banyumas dari jalur reguler. Pengelola juga merangkul anak-anak disabilitas mental, fisik, maupun intelektual lewat kolaborasi bersama komunitas inklusif.

“Murid PKBM Surya Muhammadiyah harus semangat dan rajin belajar. Kita manfaatkan seluruh aset Muhammadiyah, mulai dari sekolah, rumah sakit, hingga panti asuhan. Intinya, tidak ada alasan untuk tidak sekolah,” tegas Djohar.

Dukungan Pemerintah dan Legislatif

Langkah nyata ini mendapat simpati luas dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bintang Romadhon, memuji konsistensi Muhammadiyah dalam membangun dunia pendidikan sejak sebelum kemerdekaan.

Bintang menilai penanganan anak tidak sekolah butuh kerja sama lintas sektor. Kehadiran program ini menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat dalam membantu daerah.

“Akses pendidikan kesetaraan yang inklusif seperti ini sangat krusial. Kita harus memastikan tidak ada lagi generasi muda yang tertinggal dalam meraih masa depan,” kata Bintang.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menguatkan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung sinergi ini. Kehadiran pusat belajar ini dinilai membantu Pemkab menuntaskan angka putus sekolah sekaligus mengerek Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Sadewo memastikan pemerintah akan terus berjalan berdampingan bersama persyarikatan. “Kolaborasi melalui PKBM Surya Muhammadiyah Banyumas ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama,” pungkas Sadewo di akhir acara penyerahan tanda peserta MPLS.

Kontributor: Cahyudi
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/