Gagas Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah, Mahasiswa UMS Tembus GerakDampak Academy
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Seorang mahasiswa UMS kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Abi Umaroh berhasil lolos seleksi GerakDampak Academy 2026 bentukan Indika Foundation. Ia menyingkirkan lebih dari 1.080 pendaftar dari berbagai daerah. Keberhasilan ini membuat mahasiswa Magister Ilmu Hukum (MIH) tersebut mewakili Provinsi Jawa Tengah.
Indika Foundation awalnya menyaring ribuan peserta menjadi 200 orang untuk tahap Mini Bootcamp. Selanjutnya, penyelenggara kembali menyeleksi peserta hingga tersisa 30 pemuda terbaik. Abi melaju mulus ke tahap Intensive Course ini. Ia mewakili Jawa Tengah bersama satu perwakilan lain dari Universitas Sebelas Maret (UNS).
“Saya bergabung dalam kelompok isu keberlanjutan lingkungan,” ungkap Abi pada Kamis (30/7/2026).
Ia mengangkat tema perlindungan masyarakat dari paparan asap rokok. Langkah ini ia wujudkan melalui penguatan implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Fokus tersebut sangat relevan dengan pengalaman advokasinya selama ini.
Edukasi Bahaya Asap Rokok bagi Pelajar
Sebelumnya, mahasiswa UMS ini aktif menyusun rekomendasi pembaruan Peraturan Daerah KTR di Semarang. Berbekal pengalaman itu, Abi mengembangkan aksi Youth Clean Air Movement for Tobacco Control (YCAM-TC). Ia akan memulai program edukatif ini di Kota Semarang. Program ini bertujuan mengedukasi pelajar mengenai bahaya asap rokok.
Selain itu, YCAM-TC juga berupaya memperkuat pemahaman pelajar tentang hak atas udara bersih. Gerakan ini terus mendorong partisipasi generasi muda. Mereka bisa ikut mengawasi penerapan kebijakan KTR di lingkungan pendidikan. Abi menilai isu ini menyangkut hak hidup sehat masyarakat.
“Isu udara bersih bukan hanya persoalan lingkungan semata,” tegas Abi.
Hal ini sangat berkaitan erat dengan hak masyarakat. Mereka berhak hidup dalam lingkungan yang sehat dan bebas polusi. Karena itu, orang muda butuh ruang untuk memahami persoalan sosial ini.
Dorong Kepemimpinan Pemuda Indonesia
Generasi muda juga perlu berani menyampaikan pendapat. Mereka harus terlibat langsung dalam mendorong perubahan kebijakan. Indika Foundation merespons kebutuhan ini melalui program GerakDampak Academy. Program ini hadir untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan pemuda Indonesia.
Data penyelenggara menunjukkan tingkat partisipasi pemuda masih sangat rendah. Hanya sekitar 4,84 persen pemuda yang aktif berorganisasi. Angka pemuda yang berani berpendapat di forum formal juga baru menyentuh 5,40 persen. Kondisi ini menuntut adanya ruang pembelajaran kepemimpinan yang efektif.
GerakDampak Academy membekali peserta dengan kurikulum HARMONI. Kurikulum ini fokus pada penguatan kepemimpinan diri dan kemampuan memimpin orang lain. Setiap peserta juga belajar merancang perubahan melalui aksi nyata bersama mentor. Rangkaian kegiatan ini sudah bergulir sejak Mei 2026.
Kini, setiap peserta mulai melaksanakan implementasi aksi di daerah masing-masing hingga September mendatang. Mereka akan mempresentasikan hasilnya pada Oktober 2026. Melalui program YCAM-TC, mahasiswa UMS ini berharap kesadaran pelajar semakin meningkat. Gerakan tersebut berpotensi besar mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas polusi.
Kontributor: Yusuf
Editor: Al-Afasy



