PSHW Wonosobo Bidik Pemain Muda Potensial dari Kejuaraan Sepak Bola PDM

PWMJATENG.COM, WONOSOBO — Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PSHW) Kabupaten Wonosobo mulai berburu talenta lokal melalui kejuaraan sepak bola antar-PCM dan AUM yang digelar oleh LSBO PDM Wonosobo di Stadion Gelora Pancasila pada Selasa (21/7/2026).
Turnamen yang berlangsung meriah di Stadion Gelora Pancasila Wonosobo ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarwarga. Lebih dari itu, jajaran pengurus memproyeksikan kejuaraan tersebut sebagai wadah pencarian talenta muda berbakat di lapangan hijau.
Pelatih PSHW Wonosobo, Johan Efendi, menegaskan fokus utama dari gelaran kompetisi ini. Pihaknya membidik lahirnya atlet-atlet potensial yang siap membela daerah di tingkat yang lebih tinggi.
“Melalui kejuaraan Piala PDM Wonosobo ini, kami berharap muncul bibit-bibit pemain sepak bola. Merekalah yang nantinya menjadi embrio terbentuknya kesebelasan PSHW Kabupaten Wonosobo,” ujar Johan Efendi.
Menjaring Potensi dari Cabang dan Amal Usaha
Kompetisi antarcabang ini melibatkan persaingan sengit dari 11 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) serta 4 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Tim-tim tangguh seperti PCM Selomerto, PCM Sapuran, PCM Kejajar, hingga PCM Kaliworo sukses menunjukkan performa terbaik mereka sepanjang laga.
Selain persaingan di atas lapangan, antusiasme masyarakat yang memadati Stadion Gelora Pancasila Wonosobo juga menjadi sorotan. Warga dari berbagai wilayah hadir berbondong-bondong untuk memberikan dukungan secara tertib dan kondusif.
Johan Efendi menambahkan bahwa antusiasme tinggi dari para suporter menunjukkan keberhasilan ajang ini dalam mencapai sasaran utamanya. Olahraga terbukti menjadi media yang efektif untuk menyatukan masyarakat.
“Alhamdulillah sasaran tercapai. Warga Muhammadiyah dari masing-masing peserta berbondong-bondong hadir di Stadion Gelora Pancasila Wonosobo untuk menyaksikan pertandingan dengan tertib,” terang Johan Efendi.
Nilai Kepemimpinan dan Sarana Dakwah
Di sisi lain, kejuaraan sepak bola ini mengandung makna filosofis yang mendalam bagi tata kelola organisasi. Lapangan hijau menjadi sarana pembelajaran taktik, strategi, sekaligus kerja sama tim yang nyata.
Ketua PDM Wonosobo, Bambang Wen, menilai bahwa setiap pertandingan memberikan pelajaran hidup yang sangat berharga. Nilai-nilai disiplin dalam berolahraga selaras dengan semangat mengelola persyarikatan.
“Di balik 90 menit di lapangan hijau, ada banyak pelajaran hidup yang sangat relevan dengan kita dalam mengelola persyarikatan,” ujar Bambang Wen.
Bambang Wen menambahkan bahwa kejuaraan ini efektif memupuk ukhuwah, kekompakan, dan kerja sama antarwarga. Melalui semangat olahraga, PDM Wonosobo optimistis pembentukan kerangka tim PSHW Wonosobo dapat berjalan solid dan berkelanjutan.
Kontributor: Edi Sulton
Editor: Al-Afasy



