Masuk Peta Rawan, SMA Muhammadiyah Mayong Gandeng MDMC Perkuat Mitigasi Bencana Banjir Jepara
PWMJATENG.COM, JEPARA — Menyadari letak geografis sekolah yang berada di zona rawan luapan air, SMA Muhammadiyah Mayong menggelar simulasi evakuasi darurat bagi 357 siswa baru pada Rabu (15/7/2026). Langkah preventif ini sengaja menggandeng relawan MDMC Jepara demi melatih kesiapan mental generasi muda dalam menyelamatkan diri dan menolong warga saat musim hujan tiba.
Sebanyak 357 siswa baru mengikuti pembekalan intensif ini di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Mayong, Jepara. Pihak sekolah sengaja menginisiasi kegiatan luar ruangan tersebut untuk mengantisipasi potensi bahaya di lingkungan sekitar. Langkah taktis ini sangat krusial mengingat wilayah Mayong dan sekitarnya kerap menghadapi ancaman luapan air yang cukup tinggi setiap tahunnya.
Melalui program ini, para siswa mempelajari langkah penyelamatan diri secara mandiri sejak dini. Selain itu, mereka juga mendapatkan pembekalan mengenai cara membantu menolong masyarakat yang terdampak musibah. Pengetahuan praktis ini menjadi modal penting bagi pelajar. Bekal tersebut membuat mereka tidak panik saat menghadapi situasi darurat di rumah.
Guna memaksimalkan penyampaian materi, personel MDMC Jepara membagi ratusan peserta ke dalam enam kelompok kecil. Enam relawan tangguh lintas Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Jepara memimpin langsung jalannya simulasi interaktif tersebut. Langkah ini memastikan setiap siswa mendapatkan kesempatan belajar penanganan darurat secara langsung dan intensif.
Mencetak Kader Muda Tangguh Bencana
Anggota senior MDMC Jepara, Burhanuddin, mengungkapkan rasa bangganya terhadap antusiasme tinggi dari para peserta. Pria yang menjabat sebagai Provost Kokam Jepara ini menaruh harapan besar pada generasi muda tersebut. Ia ingin mereka tumbuh menjadi garda depan keselamatan warga.
“Dengan kegiatan ini, saya pribadi sebagai anggota MDMC dengan usia yang lebih tua dari teman-teman anggota lainnya, merasa senang karena berharap akan lahir kader-kader MDMC baru,” ujar Burhanuddin saat memberikan pengarahan di tengah lapangan.
Menurutnya, bekal ilmu penanggulangan sejak dini akan membentuk mental kesiapsiagaan yang kokoh bagi masa depan siswa. Wawasan kebencanaan secara rutin akan mencetak generasi yang responsif. Mereka pun siap menjadi relawan yang berdaya guna di tengah masyarakat.
Langkah Antisipasi Dini Kebencanaan Daerah
Untuk menjaga konsentrasi peserta, para relawan juga menyisipkan sesi mancakrida atau outbound edukatif di akhir kegiatan. Sesi interaktif ini berhasil mencairkan suasana hangat. Selain itu, kegiatan tersebut mempererat persaudaraan antar-siswa baru yang berlatar belakang beragam.
Kabupaten Jepara secara umum memang memiliki indeks kerawanan bencana yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen publik. Oleh karena itu, edukasi penanggulangan bencana di institusi pendidikan harus terus berjalan secara masif, terjadwal, dan berkesinambungan.
“Maka perlunya sering diadakan penyuluhan penanggulangan bencana sebagai antisipasi atau jaga-jaga bila bencana melanda. Kita tidak minta terjadi bencana, tapi bila kita dapat musibah kita sudah bisa antisipasi dan bertindak saat bencana melanda,” pungkas Burhanuddin secara optimistis.
Kontributor: E. Sulton
Editor: Al-Afasy



