Sering Mengantuk dan Sulit Fokus? Kenali Ciri-Ciri Anemia yang Sering Disepelekan Warga
PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Rasa kantuk berlebih dan penurunan konsentrasi belajar menjadi sorotan utama saat Tim PPK Ormawa BEM Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar skrining kesehatan gratis untuk mendeteksi gejala anemia di Desa Kalisalak, Jumat (10/7/2026).
Oleh karena itu, dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa membedah tuntas pemicu gangguan kesehatan ini. Mereka menjelaskan bahwa pola hidup yang keliru dapat menurunkan kadar hemoglobin secara drastis. Akibatnya, pasokan oksigen ke seluruh tubuh menjadi terhambat karena kekurangan hemoglobin tersebut.
Selain mendapatkan penjelasan, masyarakat yang hadir juga menerima edukasi intensif mengenai langkah pencegahan secara mandiri. Tim mahasiswa menekankan pentingnya perbaikan pola makan melalui konsumsi makanan kaya zat besi. Selanjutnya, mereka mengajak warga untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenal Ciri-Ciri Anemia dan Dampaknya
Merespons hal itu, salah satu warga yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan medis ini memberikan tanggapan positif. Syifa, seorang peserta skrining, mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai kondisi tubuhnya selama ini. Berkat edukasi tersebut, dia kini lebih waspada terhadap sinyal-sinyal penurunan kesehatan yang sering muncul.
“Sekarang saya jadi tahu kalau ciri-ciri anemia itu bisa ditandai dengan 5L, yaitu lemah, letih, lesu, lelah, dan lunglai. Saya juga baru paham kalau anemia bisa membuat kita jadi mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan fokus saat belajar jadi menurun,” ujar Syifa.
Dampak dari kesadaran baru tersebut akhirnya mendorong Syifa untuk mengubah kebiasaan lamanya. Perempuan ini berkomitmen untuk lebih menjaga asupan nutrisi keluarganya secara lebih baik. “Manfaat kegiatan ini membuat diri saya lebih sadar pentingnya menjaga pola makan yang bergizi dan memeriksa kadar hemoglobin secara rutin,” tambah Syifa.
Pentingnya Deteksi Dini Anemia Secara Rutin
Sementara itu, setelah sesi edukasi selesai, panitia langsung menggelar pemeriksaan medis secara gratis. Seluruh warga Desa Kalisalak yang hadir tampak antre untuk mengetahui kadar sel darah merah mereka. Langkah konkret ini sekaligus menjadi alat ukur efektivitas dari penyuluhan kesehatan yang telah berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa menggunakan alat khusus untuk memantau kondisi fisik para peserta secara akurat. Pemeriksaan klinis tersebut berfungsi sebagai langkah awal untuk memetakan potensi gangguan kesehatan di wilayah tersebut. Oleh sebab itu, pihak penyelenggara berharap warga dapat segera melakukan tindakan korektif jika hasil tes menunjukkan angka yang rendah.
“Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kadar hemoglobin peserta sehingga masyarakat dapat melakukan deteksi dini anemia dan memperoleh edukasi lebih lanjut mengenai tindak lanjut yang perlu dilakukan apabila ditemukan kadar hemoglobin di bawah batas normal,” ujar Tasya Suci Rahmadani, anggota Tim PPK Ormawa.
Melalui aksi nyata ini, mahasiswa berharap kualitas kesehatan masyarakat perdesaan dapat meningkat secara signifikan. Dengan demikian, kesadaran terhadap penyebab anemia akan terus membekas dalam aktivitas harian warga. Pada akhirnya, kegiatan pengabdian ini menjadi bukti kepedulian akademisi dalam membangun desa yang lebih sehat dan tanggap terhadap risiko penyakit.
Kontributor: Cahyudi
Editor: Al-Afasy



