UMS Perkuat Hilirisasi Riset melalui Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Populer
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta ( UMS) terus mendorong hilirisasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Populer. Program Studi Pendidikan Geografi menggelar kegiatan ini agar karya ilmiah dosen tidak hanya tersimpan dalam jurnal akademik, tetapi juga dapat diakses masyarakat luas.
Ketua Program Studi Pendidikan Geografi UMS, Dr. Puspita Indra Wardhani, S.Pd., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi strategi utama. Pihak prodi ingin memperluas diseminasi hasil riset kepada khalayak umum.
“Melalui workshop ini, kami mengajak para dosen untuk menulis artikel populer berbasis hasil penelitian. Kami ingin menerjemahkan riset ke dalam bahasa yang lebih sederhana agar masyarakat memperoleh manfaat yang lebih luas,” ungkap Puspita, Kamis (16/7/2026).
Menghubungkan Dunia Akademik dan Masyarakat
Publikasi ilmiah populer menjadi jembatan krusial antara dunia akademik dan masyarakat. Hasil penelitian tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi referensi nyata dalam menjawab persoalan di tengah masyarakat.
Puspita berharap budaya menulis artikel ilmiah populer semakin tumbuh di kalangan dosen. Selain itu, publikasi di media populer akan meningkatkan visibilitas serta rekognisi Program Studi Pendidikan Geografi UMS secara nasional maupun internasional.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., membuka workshop tersebut secara resmi. Sebanyak 17 dosen mengikuti rangkaian acara dengan antusias hingga selesai.
Strategi Penulisan yang Relevan dan Berdampak
Narasumber utama, Editor of Education and Culture The Conversation Indonesia, Diyah Hayu Rahmitasari, S.IP., M.Comms., memberikan pendampingan intensif. Ia mengajarkan teknik mengubah hasil penelitian menjadi artikel yang menarik dan relevan.
Materi workshop mencakup teknik memilih ide, menentukan target pembaca, hingga strategi publikasi di media massa nasional. Diyah menegaskan bahwa artikel ilmiah populer merupakan instrumen penting untuk memperluas kebermanfaatan riset.
“Artikel populer berpotensi mendorong perubahan perilaku maupun kebijakan publik. Penulis harus mampu menyampaikan gagasan ilmiah dengan bahasa sederhana tanpa menghilangkan substansi aslinya,” jelas Diyah.
Suasana workshop berlangsung sangat interaktif. Selain menerima materi, para peserta langsung menyusun ide utama artikel berdasarkan publikasi ilmiah mereka sebelumnya.
Akhirnya, setiap peserta mendapatkan target untuk menghasilkan sedikitnya dua artikel ilmiah populer. Kegiatan ini diharapkan melahirkan banyak karya yang mampu mendokumentasikan praktik baik serta kiprah UMS bagi masyarakat luas.
Editor: Ayma



