PDM Jepara: Fondasi Indonesia Emas 2045 Harus Dimulai dari Masjid dan Keluarga Berkemajuan
PWMJATENG.COM, JEPARA – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara merumuskan langkah strategis untuk membangun peradaban umat. Organisasi keagamaan ini menegaskan bahwa penyiapan generasi unggul menyambut target Indonesia Emas 2045 wajib bersumber dari kekuatan internal keluarga dan kemakmuran masjid.
Ketua PDM Jepara, KH Fachrurrozi, menyampaikan langsung peta jalan tersebut saat mengisi majelis ilmu regional. Langkah besar itu menjadi bahasan utama dalam Pengajian Ahad Subuh di Masjid Al-Istiqomah, Randusari, Tahunan, Jepara, Ahad (5/7/2026). Acara keagamaan ini menghadirkan ratusan warga dan simpatisan Muhammadiyah setempat.
Sebelum kajian utama mulai, para jamaah telah memadati area masjid sejak dini hari. Mereka melaksanakan Sholat Subuh berjamaah di bawah imaman langsung KH Fachrurrozi. Kegiatan ibadah fajar tersebut berlangsung sangat khidmat sekaligus mempererat ikatan ukhuwah Islamiyah antarmasyarakat.
Penguatan Karakter dari Rumah Allah
Dalam awal tausiyahnya, KH Fachrurrozi mengajak hadirin untuk terus merawat nikmat keimanan secara aktif. Perwujudan rasa syukur tersebut dapat tecermin melalui konsistensi umat dalam memakmurkan tempat ibadah. Upaya kolektif ini menjadi basis utama untuk membangun masyarakat yang religius dan berkemajuan.
“Masjid bukan sekadar tempat untuk mendirikan salat semata,” tegas KH Fachrurrozi di hadapan seluruh jamaah. Rumah ibadah ini juga memegang peran vital sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembentukan akhlak mulia.
Lebih lanjut, ulama senior Jepara ini menghubungkan konsep ideal ini dengan dalil Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 96. Ayat suci tersebut menjanjikan keberkahan melimpah dari langit dan bumi apabila penduduk suatu negeri beriman serta bertakwa. Kunci keberkahan itu menuntut adanya aksi nyata dari segenap warga.
Oleh sebab itu, beliau meminta setiap individu menerapkan prinsip Ibda’ binafsik atau memulai perubahan dari diri sendiri. Kesadaran personal ini nantinya akan melahirkan kesalehan sosial yang berdampak luas. Dari keluarga-keluarga yang tangguh inilah, struktur peradaban yang penuh berkah akan berdiri kokoh.
Mencetak Generasi Islami Berwawasan Luas
Selain pembenahan spiritual, KH Fachrurrozi menyoroti sektor pendidikan formal dan informal secara khusus. Pendidikan bermutu menjadi pilar kedua yang mutlak berguna demi membentuk karakter islami anak-anak muda. Beliau kemudian mengutip pesan Ali bin Abi Thalib mengenai kewajiban mendidik anak sesuai zaman mereka.
“Anak-anak kita akan menghadapi tantangan zaman yang jauh berbeda,” ujar KH Fachrurrozi dengan penuh optimisme. Berdasarkan kondisi tersebut, para orang tua wajib membekali anak mereka dengan ilmu pengetahuan umum dan fondasi moral yang kuat.
Selaras dengan visi masa depan, Islam menempatkan ilmu pengetahuan pada posisi yang sangat terhormat. Nabi Muhammad menerima wahyu perdana, yakni Surat Al-Alaq ayat 1-5, yang memerintahkan umat manusia untuk membaca. Perintah membaca ini mengisyaratkan bahwa kebangkitan umat hanya bisa terwujud lewat jalur literasi.
Maka dari itu, peningkatan kapasitas intelektual pelajar tidak boleh ditunda lagi. PDM Jepara mendorong generasi muda muhammadiyah untuk menguasai berbagai bidang kepakaran ilmu demi memimpin bangsa. Sinergi yang seimbang antara bekal agama dan sains akan menjamin masa depan Indonesia yang gemilang.
Akselerasi Kesehatan dan Kemajuan Teknologi
Pilar ketiga dalam menyukseskan agenda besar menuju Indonesia Emas 2045 adalah jaminan kesehatan publik. Bangsa yang maju membutuhkan dukungan dari masyarakat yang memiliki fisik sehat serta produktif. KH Fachrurrozi mengingatkan hadirin bahwa seorang mukmin yang kuat secara jasmani mendapat cinta yang lebih besar dari Allah.
Kekuatan fisik yang prima tersebut juga wajib beriringan dengan kepekaan sosial yang tinggi. Nilai-nilai gotong royong serta tradisi membantu sesama yang sedang sakit harus tetap lestari di era modern ini. Keharmonisan sosial tersebut akan membentengi umat dari dampak buruk individualisme global.
Pada sesi penutup, KH Fachrurrozi mengimbau para pemuda untuk menguasai kemajuan teknologi secara bijak. Seluruh instrumen teknologi informasi harus menjadi sarana dakwah kreatif, media edukasi, dan alat pemberdayaan ekonomi. Penguasaan aspek digital ini akan mempercepat proses transformasi sosial untuk membangun masyarakat secara merata.
Setelah ceramah selesai, KH Fachrurrozi memimpin doa bersama untuk keselamatan dan kemakmuran NKRI. Seluruh rangkaian pengajian pagi itu berakhir dengan agenda ramah tamah dan sarapan bersama. Kebersamaan yang hangat tersebut sukses menguatkan komitmen jamaah dalam menjalankan program-program kemaslahatan.
Kontributor: Muslim
Editor: Alafasy


