Unik! MATAMUDA MI Hamka Wonosobo Bagi Bibit Ayam untuk Cegah Anak Kecanduan Gadget

PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hamka Wonosobo memiliki cara unik untuk menyambut siswa baru. Pihak sekolah membagikan bibit ayam dan tanaman cabai kepada seluruh murid kelas satu saat hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026). Oleh karena itu, langkah kreatif ini sengaja diterapkan untuk menekan ketergantungan anak terhadap gawai.
Langkah inovatif tersebut menjadi bagian dari Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA MI Hamka Wonosobo). Sekolah mengusung tema “Aku Sahabat Alam, Aku Khalifah Bumi” pada tahun ajaran baru ini. Melalui tema tersebut, para guru langsung mengenalkan konsep ekoteologi secara praktis sejak dini.
Sebanyak 54 siswa baru membawa pulang satu ekor anak ayam dan dua pot bibit cabai. Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Dr. Muhammad Fakih Khusni, S.Ag., M.Si., M.M., menyerahkan paket tersebut secara simbolis. Selanjutnya, prosesi penyerahan ini turut disaksikan oleh jajaran Pengawas Madrasah serta pengurus PCM Mojotengah.
Belajar Mandiri Lewat Ekoteologi
Kepala MI Hamka, Suparno, S.Pd.I, menegaskan bahwa program pembagian ini membawa misi pendidikan yang mendalam. Pengelola sekolah ingin anak-anak memahami bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari ibadah. Dengan demikian, kewajiban merawat makhluk hidup ini sekaligus melatih rasa tanggung jawab anak di rumah.
“Ayam dan tanaman ini menjadi teman belajar baru mereka. Oleh sebab itu, saat merawatnya, anak-anak secara otomatis melatih kedisiplinan dan rasa syukur kepada Sang Pencipta,” ujar Suparno.
Konsep pembelajaran berbasis lingkungan ini mengajak siswa menyelaraskan hubungan antara manusia dan alam. Di lingkungan rumah, murid kelas satu akan melakukan praktik pengasuhan secara mandiri. Sebagai contoh, mereka harus memberi makan ayam secara rutin dan menyiram tanaman cabai setiap pagi.
Solusi Ampuh Mengalihkan Perhatian Anak dari Gawai
Upaya nyata sekolah ramah anak ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua. Sejumlah wali murid mengaku senang karena program ini menjadi cara mengatasi anak kecanduan gadget yang sangat efektif. Sebab, aktivitas luar ruangan tersebut dinilai mampu mengalihkan fokus anak dari layar ponsel pintar.
“Biasanya anak saya bermain ponsel tanpa henti setelah pulang sekolah. Namun, kini ia punya kesibukan baru yang lebih positif,” ungkap salah satu wali murid dengan antusias.
Selain itu, wali murid tersebut juga menilai program ini mempererat hubungan komunikasi di dalam keluarga. Orang tua kini memiliki ruang untuk mendampingi anak belajar berwirausaha sejak kecil. Akibatnya, proses belajar bersama ini menciptakan suasana edukasi yang menyenangkan di rumah.
Penilaian Berkelanjutan Berbasis Proyek Madrasah
Pihak panitia MATAMUDA MI Hamka Wonosobo memastikan aktivitas siswa ini akan dipantau secara ketat. Para guru kelas bakal mendampingi perkembangan tugas mandiri tersebut selama satu semester penuh. Oleh karena itu, siswa wajib mencatat setiap fase pertumbuhan ayam dan tanaman mereka ke dalam buku khusus bernama Jurnal Sahabat Alam.
Ketua Panitia Kegiatan, Indi Panhestika, M.Pd, menjelaskan bahwa jurnal pemantauan tersebut masuk dalam skema penilaian akademik. Tugas mandiri ini mengadopsi sistem project based learning madrasah yang sesuai dengan regulasi KMA 1503 Tahun 2025. Akhirnya, metode penilaian berkala tersebut melatih aspek kognitif dan psikomotorik anak secara seimbang.
Pihak madrasah juga menyiapkan ruang apresiasi khusus bagi siswa di akhir program. Sekolah akan menggelar acara Gebyar Ekoteologi pada penghujung semester mendatang. Di samping itu, dalam pameran tersebut, para siswa dapat memamerkan hasil panen tanaman cabai dan ayam yang telah tumbuh besar.
Melalui terobosan berskala lokal ini, MI Hamka Wonosobo berkomitmen mencetak generasi penerus yang unggul. Madrasah ini tidak hanya fokus mengejar prestasi akademik dan penguatan iman semata. Sebaliknya, lembaga pendidikan Islam ini sukses membentuk karakter peduli lingkungan sebagai cerminan nilai rahmatan lil ‘alamin.
Kontributor: Suparno
Editor: Alafasy



