Berita

Gerakan Gotong Royong: Warga Pekalongan Patungan Selamatkan Rumah Yatim Piatu yang Nyaris Ambruk

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Aksi kemanusiaan yang menyentuh hati kini lahir dari swadaya masyarakat di kawasan Tangkil Kulon, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, warga setempat menginisiasi gerakan gotong royong berskala lokal untuk membedah tempat tinggal seorang pemuda. Langkah nyata ini mendadak viral karena mampu menyelamatkan ruang hidup generasi muda yang kurang beruntung.

Sementara itu, sasaran utama bantuan ini adalah kediaman milik Firnanda, seorang pemuda yatim piatu Pekalongan kelahiran tahun 2002. Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi bangunan tuanya yang berada di sebelah utara Masjid Al Mujahidin memang sangat memprihatinkan. Bagian balok bubungan atapnya sudah menganga sepanjang 6 meter akibat pelapukan kayu penyangga.

Di sisi lain, ancaman atap ambruk tersebut sempat memaksa sang jejaka berusia 24 tahun itu untuk mengungsi. Selanjutnya, ia terpaksa berpindah-pindah tempat tidur mulai dari emperan konfeksi hingga menumpang di rumah kerabat dekat. Fakta pilu yang menimpa pekerja serabutan ini akhirnya menggerakkan nurani para pengurus lingkungan.

Rapat Darurat Jamaah Masjid Al Mujahidin

Kemudian, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tangkil Kulon bergerak cepat memimpin koordinasi taktis bersama takmir masjid. Dua pekan selepas Idulfitri kemarin, mereka menggelar rapat darurat untuk menggalang donasi dari warga RT 01 hingga RT 03. Dengan demikian, para relawan bisa langsung mengetuk pintu rumah warga demi mengumpulkan rupiah demi rupiah.

Selaras dengan hal itu, panitia berhasil merumuskan Rencana Anggaran Biaya (RAB) awal sebesar Rp18 juta. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat saling bahu-membahu menyisihkan sebagian rezeki mereka menjelang perayaan Iduladha. Hasilnya, dana swadaya yang terkumpul secara kilat langsung mempercepat proses rehabilitasi rumah pada pertengahan Juni 2026.

Meskipun demikian, jalannya rembuk warga sempat diwarnai dinamika adu argumen yang cukup alot. Sebab, panitia harus memastikan alokasi dana belanja material bangunan berjalan secara transparan dan tepat sasaran. Pada akhirnya, kesepakatan bulat para tokoh masyarakat sukses memuluskan proyek pembongkaran total atap lapuk tersebut.

Senyum Haru Pemuda Yatim Piatu Pekalongan

Bahkan, impian Firnanda untuk memiliki tempat bernaung yang layak akhirnya resmi terwujud pada Kamis (24/6/2026). Gerakan gotong royong dari jamaah terbukti ampuh melahirkan kembali hunian yang aman dari ancaman cuaca buruk. Namun, nilai sejati dari aksi ini bukan terletak pada nominal uang, melainkan pada ketulusan komunal warga.

“Kini, saya tidak perlu lagi bingung mencari tempat untuk berteduh saat malam hari tiba,” ungkap Firnanda dengan mata berkaca-kaca.

Sebagai bukti nyata dari komitmen sosial tersebut, warga berjanji akan terus mengawal kesejahteraan para anak yatim di desanya. Soliditas epik ini menjadi simbol bahwa kebersamaan warga mampu meruntuhkan segala bentuk keterbatasan ekonomi. Pada akhir cerita, kisah inspiratif dari Pekalongan ini sukses menularkan virus kebaikan bagi daerah lain di Indonesia.

Kontributor: Bono
Editor: Ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777