Berita

Kunci Sukses Pengelolaan Zakat: Lazismu Jateng Perkuat Manajemen Berbasis Profesionalisme

PWMJATENG.COMSUKOHARJO – Profesionalisme dan tata kelola yang amanah menjadi fokus utama Lazismu Jawa Tengah saat memperkuat manajemen zakat. Lembaga ini terus berupaya memberikan dampak nyata dan luas bagi masyarakat melalui pengelolaan yang lebih modern. Strategi ini pun menjadi langkah kunci Lazismu untuk meningkatkan kepercayaan donatur di tengah tantangan filantropi Islam saat ini.

Manajer Area Lazismu Jawa Tengah, Suprapto, S.H., M.M., menegaskan urgensi tersebut saat memberikan pembekalan dalam acara Sekolah Tabligh Majelis Tabligh PW Muhammadiyah Jawa Tengah di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, Ahad (28/6/2026). Ia menekankan bahwa profesionalisme menjadi syarat mutlak dalam menjawab tantangan filantropi modern.

“Kami harus melaksanakan pengelolaan zakat secara efektif dan efisien agar organisasi mencapai tujuannya. Manajemen menjadi instrumen penting bagi kami untuk memastikan penghimpunan, tata kelola, dan pendayagunaan zakat berjalan optimal,” ujar Suprapto.

Fondasi Manajemen Lazismu yang Amanah

Suprapto kemudian menjelaskan bahwa setiap amil wajib memahami visi dan misi organisasi sebagai arah gerak. Pemahaman mendalam terhadap goal organisasi ini memastikan seluruh amil memiliki orientasi yang sama saat melayani muzaki serta memberdayakan mustahik.

Lazismu menerjemahkan visi lembaga zakat terpercaya melalui tata kelola yang amanah dan transparan. Selain itu, setiap amil menggunakan visi tersebut sebagai pijakan dasar untuk menyusun strategi kerja yang produktif, inovatif, serta berstandar tinggi.

“Kemajuan Lazismu tidak hanya bergantung pada besarnya penghimpunan zakat, tetapi juga pada kualitas manajemen organisasi itu sendiri,” tambah Suprapto.

Pembagian Kerja dan Disiplin Amil

Efektivitas pelayanan sangat bergantung pada pembagian kerja atau division of work yang jelas. Struktur organisasi yang solid memungkinkan setiap amil bekerja fokus menjalankan fungsinya, mulai dari melayani donatur hingga mengelola program zakat produktif.

Selanjutnya, setiap pimpinan harus menyeimbangkan wewenang dengan tanggung jawab. Pendelegasian wewenang yang tepat nantinya mempercepat proses pengambilan keputusan sekaligus menjamin akuntabilitas di setiap jenjang operasional organisasi.

Disiplin pun menjadi nilai mutlak bagi setiap individu di dalam organisasi. Amil yang patuh terhadap aturan, konsisten menjalankan SOP, dan berintegritas dalam pelaporan akan membangun kepercayaan publik dengan lebih kuat.

Pengelolaan Sesuai Regulasi Negara

Lazismu senantiasa menjalankan tata kelola yang merujuk sepenuhnya pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Nilai-nilai syariat Islam, amanah, dan keterpaduan kini menjadi ruh dalam setiap aktivitas pendayagunaan dana ZIS.

Budaya disiplin dan profesionalisme ini diharapkan mampu meluaskan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat luas. Akhirnya, dengan manajemen yang semakin kokoh, Lazismu optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan umat melalui program yang berkelanjutan.

Kontributor: Lazismu Jateng
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777