Generasi Muda Muhammadiyah Harus Kuasai Kecerdasan Artifisial dengan Akhlak Islami
PWMJATENG.COM, JEPARA – Transformasi digital kini bergerak sangat cepat dan tak terelakkan. Generasi muda Muhammadiyah memikul tanggung jawab besar untuk tidak sekadar menjadi pengguna, melainkan menjadi penguasa teknologi, khususnya kecerdasan artifisial.
Generasi ini harus menjadikan teknologi tersebut sebagai sarana dakwah yang efektif dalam menyebarkan nilai-nilai Islam. Ramzidhia Alifadhil Razaan menyampaikan pesan ini saat menjadi khatib sekaligus imam Sholat Jumat di Masjid Al-Istiqomah, Randusari, Jepara, Jumat (26/6/2026).
Transformasi Digital dan Tantangan Zaman
Ramzidhia menekankan bahwa seorang muslim harus mencerminkan ketakwaan saat menghadapi perubahan zaman. Hadirnya kecerdasan artifisial kini memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari sektor ekonomi hingga cara masyarakat mengakses informasi.
Umat Islam tidak boleh menolak kemajuan ilmu pengetahuan, namun tetap harus memegang kendali moral. “Kita harus menyikapi kecerdasan artifisial secara bijaksana, kritis, dan konstruktif,” tegasnya di hadapan jamaah.
Ia kemudian merujuk pada prinsip tabayyun dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 sebagai fondasi utama di era digital. Setiap muslim wajib memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada publik agar terhindar dari jeratan hoaks yang merusak ukhuwah.
Dakwah Kreatif Berbasis Kecerdasan Artifisial
Ramzidhia meyakini bahwa kecerdasan artifisial sejatinya hanyalah alat yang nilainya ditentukan oleh pengguna. Pengguna teknologi ini bisa mengubahnya menjadi instrumen dakwah yang bernilai ibadah besar jika dimanfaatkan untuk literasi agama dan konten damai.
Islam bersifat ṣāliḥ li kulli zamān wa makān, yakni selalu relevan di setiap masa. Generasi muda Muhammadiyah dapat memanfaatkan kecerdasan ini untuk memperluas jangkauan pesan dakwah hingga melintasi batas negara hanya dalam hitungan detik.
Namun, ia mengingatkan pentingnya menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan akhlakul karimah. Generasi muda harus menjadikan ruang digital sebagai ladang untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan, bukan sebagai tempat menyebarkan permusuhan atau fitnah yang dilarang agama.
Menjadi Pelopor Peradaban Berkemajuan
Ketua Ranting Muhammadiyah Tahunan, Utomo, mengapresiasi materi khutbah tersebut. Beliau berharap para pemuda Muhammadiyah tampil sebagai pelopor inovasi yang tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.
“Kami mendorong generasi muda untuk memanfaatkan kecerdasan artifisial demi kemaslahatan umat. Generasi muda wajib memperkuat dakwah dan pengembangan ilmu pengetahuan melalui teknologi,” ujar Utomo memberikan dukungan.
Sebagai penutup, penguasaan kecerdasan artifisial yang dibarengi literasi digital dan iman yang kuat akan melahirkan peradaban yang berkemajuan. Inilah wujud nyata dakwah Islam yang hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Kontributor: Muslim
Editor: Alafasy



