Pikat Mahasiswa 36 Negara, Universitas Muhammadiyah Surakarta Gelar Tradisi Budaya Malibujari
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Tingginya kepercayaan publik menjadi modal fundamental bagi eksistensi sebuah lembaga pendidikan tinggi. Guna mengapresiasi loyalitas tersebut, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar agenda akbar Malam Lintas Budaya Luar Jawa dan Luar Negeri (Malibujari), Jumat (19/6/2026).
Perhelatan estetik ini berlangsung secara semarak di Auditorium Mohammad Djazman UMS. Manajemen kampus sengaja mendesain acara khusus ini untuk menyambut kehadiran keluarga calon wisudawan dari berbagai penjuru daerah jelang upacara wisuda UMS.
Filosofi Menghormati Orang Tua Wali Murid
Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa Malibujari mengandungi makna filosofis yang sangat dalam. Agenda ini menjadi sarana konkret bagi otoritas kampus untuk menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada para orang tua jemaah akademik.
“Kami ingin menghormati sekaligus menyapa bapak dan ibu sekalian secara lebih dekat,” ungkap Harun di sela-sela acara.
Sebanyak 150 mahasiswa beserta perwakilan keluarga mereka tampak memadati area auditorium. Harun merinci bahwa sebagian besar calon wisudawan luar Jawa kali ini berasal dari Pulau Sumatra dengan total 101 orang. Selanjutnya, Pulau Kalimantan mengirimkan 44 orang, Bali dan Nusa Tenggara 10 orang, Papua dan Sulawesi masing-masing 7 orang, serta Maluku Utara 2 orang.
Kebanggaan Wali Murid Asal Luar Jawa
Apresiasi tinggi juga datang dari salah satu wali murid asal Kepulauan Riau, Muhammad Muhsin. Ia mengaku sangat bangga dan merasa terhormat karena mendapat undangan eksklusif dalam forum Malibujari.
Menurutnya, Universitas Muhammadiyah Surakarta sangat piawai dalam menghargai keragaman latar belakang mahasiswanya. Langkah ini membuat jalinan komunikasi antara pihak kampus dan orang tua murid terangkai secara setara.
“UMS terbukti mampu menyusun program studi yang adaptif sehingga para lulusan tidak kehilangan masa depan mereka,” tutur Muhsin ramah.
Daya Tarik Global Mahasiswa Internasional
Indikator penguatan kepercayaan publik terhadap mutu akademik UMS juga tecermin dari hadirnya barisan lulusan mancanegara. Para mahasiswa asing yang ikut merayakan momen ini datang dari berbagai negara, seperti India, Zimbabwe, Thailand, Laos, Uganda, Rwanda, hingga Yaman.
Hingga saat ini, tercatat ada mahasiswa dari 36 negara yang aktif menimba ilmu di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Secara akumulatif, total jemaah belajar internasional yang berkuliah maupun yang telah lulus kini melampaui angka 200 orang.
Salah seorang calon wisudawan asal Yaman, Basheer Anwar Ibrahim Rajeh, turut membagikan kesan positifnya. Mahasiswa Teknik Kimia ini merasa beruntung karena sistem perkuliahan di UMS membuka akses jejaring luas dengan para pebisnis serta pakar profesional di bidangnya.
Kontributor: Gede
Editor: Ayma



