Berita

Nasyiatul Aisyiyah Temanggung Cetak Kader Peduli Lingkungan Lewat Pelatihan Ekoenzim

PWMJATENG.COM, TEMANGGUNGNasyiatul Aisyiyah Temanggung sukses membekali puluhan perempuan muda dengan keterampilan mengolah limbah dapur menjadi produk bernilai guna. Langkah taktis ini berjalan nyata melalui program Pelatihan Pembuatan Ekoenzim yang berlangsung semarak di kawasan wisata Rowo Gembongan, Kaloran, Ahad (14/6/2026).

Agenda pelestarian alam tersebut menjadi bagian penting dalam menyambut Muktamar XV dan Milad ke-95 organisasi setempat. Selain itu, sekitar 50 kader dari tingkat ranting hingga daerah turut menghadiri acara pelatihan dengan membawa semangat perubahan yang tinggi.

Solusi Sampah Organik dari Nasyiatul Aisyiyah Temanggung

Pada awalnya, panitia merancang kegiatan ini khusus sebagai ruang implementasi tema perempuan muda berkemajuan. Namun, isu penumpukan sampah rumah tangga yang lekat dengan dunia perempuan kemudian menjadi fokus bahasan utama. Oleh karena itu, Ketua Nasyiatul Aisyiyah Temanggung, Sri Mutinah, S.Pd., mendesak seluruh kadernya untuk lebih bijak mengelola limbah domestik.

“Pelatihan ini merupakan langkah awal kami untuk mengatasi persoalan sampah yang berinteraksi langsung dengan kehidupan ibu rumah tangga,” ungkap Sri Mutinah.

Selanjutnya, pengurus menggandeng Paguyuban Bank Sampah Kabupaten Temanggung sebagai mitra edukasi strategis. Langkah kolaboratif tersebut tentu saja mempermudah para peserta untuk memahami teknik pemilahan limbah hingga simulasi praktik fermentasi secara berkelompok.

Inovasi Ekoenzim Sebagai Pengganti Bahan Kimia

Sementara itu, Ketua Paguyuban Bank Sampah Temanggung, Wasisto, memaparkan data bahwa sekitar 47 persen komposisi sampah daerah didominasi oleh sisa makanan dan daun. Jadi, potensi pengolahan sampah organik menjadi cairan ekoenzim sebenarnya terbuka sangat lebar di tingkat akar rumput.

Pemateri berikutnya, Sri Rejeki, S.Pd., menambahkan bahwa cairan hasil fermentasi limbah buah dan sayur ini memiliki banyak fungsi. Sebagai contoh, warga dapat memanfaatkannya sebagai pupuk cair, pembersih lantai, hingga pengendali hama alami. Penggunaan produk organik tersebut jelas jauh lebih ekonomis dan ramah terhadap ekosistem alam.

Akhirnya, melalui antusiasme tinggi dari para peserta seperti Apriliani yang mengaku mendapatkan wawasan baru, pelatihan ini sukses melahirkan komitmen bersama. Melalui aksi nyata di masing-masing cabang, Nasyiatul Aisyiyah Temanggung optimis mampu membangun budaya minim sampah demi mewujudkan peradaban yang berkelanjutan.

Kontributor: Ree
Editor: Ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://web.pn-sidrap.go.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games