Tembus Karantina Ketat Se-Jateng DIY, Siswa SD Muhammadiyah Palur Bagikan Trik Taklukkan Soal OSN
PWMJATENG.COM, SUKOHARJO — Anagha Damar Ranu, siswa kelas 5D SD Muhammadiyah Palur (SDMP), sukses melenggang ke kamp karantina intensif tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan kompetisi bergengsi ini berlangsung sejak Jumat (22/5/2026) hingga Minggu (24/5/2026) kemarin. Kamp khusus ini menjadi kawah candradimuka bagi para calon jawara sains masa depan.
Pihak penyelenggara memusatkan seluruh rangkaian pembekalan di Gedung Balai Besar Guru Transformasi Kemendikdasmen (BBGTK), Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Ajang Olimpiade Sains Nasional ini merupakan inisiasi langsung dari Satgas Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SU2M). Badan khusus ini bergerak di bawah naungan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Saringan Super Ketat 40 Besar Calon Jawara Sains
Seluruh peserta yang berhak mengikuti program ini merupakan hasil penyaringan kompetisi yang sangat ketat. Mereka adalah para siswa berprestasi yang berhasil menduduki peringkat 40 besar dalam uji coba massal. Proses seleksi tersebut menyasar jenjang SD, SMP, hingga SMA di seluruh wilayah Jateng dan DIY.
Selama tiga hari penuh, para talenta muda ini menerima bimbingan taktis, trik cepat, serta penguatan mental. Mentor-mentor ahli mendampingi mereka agar siap menghadapi persaingan riil pada babak utama OSN mendatang. Pola pelatihan intensif ini bertujuan membentuk kesiapan psikologis sekaligus mempertajam kemampuan analisis akademik peserta.
Bocoran Rumus Analisis Kata Kunci untuk Pecahkan Soal Rumit
Sebagai salah satu delegasi terbaik dari SD Muhammadiyah Palur, Damar membagikan pengalaman berharganya selama berada di kamp. Ia mengaku berhasil menemukan formula baru yang sangat efektif untuk memecahkan soal-soal rumit. Metode penalaran sains ini sangat membantunya, terutama saat mempelajari materi Ilmu Pengetahuan Alam.
“Kami belajar banyak tentang cara memecahkan suatu soal rumit selama masa karantina OSN ini. Para mentor membimbing kami menggunakan teknik analisis ‘kata kunci’. Jadi, kami harus memahami dan menemukan kata kuncinya terlebih dahulu,” ujar Damar penuh antusias.
Menurutnya, penguasaan konsep dasar ini membuat siswa tidak mudah terkecoh oleh variasi soal. Siswa kelas 5 ini kemudian langsung mempraktikkan ilmu barunya tersebut dengan memberi contoh penalaran fisika dasar.
“Contohnya dalam membedakan bejana yang berisi air dan raksa, kata kuncinya terletak pada bentuk ‘cembung vs cekung’. Raksa memiliki massa yang jauh lebih berat sehingga permukaannya berbentuk cembung, sedangkan permukaan air berlaku sebaliknya,” jelasnya secara detail.
Siap Mental Berburu Medali Emas Tingkat Nasional
Selain menerima materi akademik yang berbobot, Damar sangat menikmati atmosfer kompetitif di dalam kamp. Baginya, acara ini terasa sangat menyenangkan karena mampu memperluas jaringan pertemanan antar-daerah. Ia kini memiliki banyak teman baru yang sama-sama menyukai dunia sains dari luar kota.
Melalui modal analisis taktis dan bimbingan super intensif tersebut, pihak sekolah merasa sangat optimistis. Mereka yakin delegasi SD Muhammadiyah Palur mampu meraih hasil tertinggi saat bertanding nanti. Target besar mereka adalah membawa pulang medali emas pada ajang Olimpiade Sains Nasional mendatang.
Kontributor: Choerul Anam
Editor: Ayma



