Bangun Karakter Tangguh, Siswa SMP Muhammadiyah 5 Kandangan Ikuti Quranic Leadership Camp

PWMJATENG.COM, TEMANGGUNG – Siswa SMP Muhammadiyah 5 Kandangan berkumpul di kawasan wisata Embung Bansari pada Selasa, 12 Mei 2026. Oleh karena itu, suasana pegunungan yang sejuk langsung menyambut kedatangan para peserta pagi ini. Mereka memulai petualangan edukatif dan spiritual bertajuk Quranic Leadership Camp.
Kegiatan perkemahan ini berlangsung selama dua hari hingga Rabu, 13 Mei 2026. Selain itu, panitia mengusung tema “Pemimpin Muslim yang Sigap dalam Bertindak dan Bermanfaat bagi Umat”. Melalui tema tersebut, sekolah ingin mencetak generasi muda yang unggul secara intelektual maupun spiritual.
Tadabur Alam di Embung Bansari
Pemilihan Embung Bansari sebagai lokasi Quranic Leadership Camp dinilai sangat tepat. Hal ini dikarenakan panorama alam yang indah membantu siswa melepas ketergantungan pada gawai. Bahkan, udara segar pegunungan turut mendukung konsentrasi siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian acara.
Selama kegiatan, para siswa melakukan Tadabur Al-Qur’an di tengah kebesaran alam semesta. Mereka membawa kitab suci lengkap dengan terjemahannya untuk merenungkan makna ayat-ayat Allah. Dengan demikian, kegiatan ini dapat memperkuat kedalaman akidah para kader Muhammadiyah tersebut.
Latihan Kedisiplinan dan Kerja Sama
Kurikulum lapangan dalam Quranic Leadership Camp memadukan disiplin fisik dan kepemimpinan secara seimbang. Sebagai langkah awal, peserta mengawali kegiatan dengan praktik mendirikan tenda secara berkelompok. Aktivitas tersebut melatih kerja sama tim, kesabaran, serta kemandirian setiap individu.
Selanjutnya, instruktur memberikan materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) kepada para siswa. Latihan PBB ini membentuk karakter sigap dan kepatuhan pada instruksi. Oleh sebab itu, kekompakan barisan menjadi cermin disiplin yang kuat melalui metode yang terukur.
Baca Juga: SMP Muhammadiyah 5 Kandangan Gelar Speak & Explore: Siswa Uji Nyali Bahasa Inggris di Borobudur
Muhasabah di Kehangatan Api Unggun
Ketika malam tiba, suasana dingin berubah menjadi hangat berkat nyala api unggun. Menariknya, setiap siswa membawa empat batang kayu bakar dari rumah masing-masing. Maka dari itu, semangat gotong royong menjadi dasar utama pelaksanaan malam refleksi atau muhasabah.
Momen api unggun ini bertujuan mempererat ikatan persaudaraan seiman antarpeserta. Keesokan harinya, keceriaan berlanjut dengan sesi outbond yang menantang ketangkasan fisik. Selain tantangan tersebut, siswa harus mengambil keputusan cepat untuk memecahkan masalah dalam kelompok.
Mitigasi Kesehatan dan Adab Lingkungan
Panitia Quranic Leadership Camp sangat memperhatikan aspek manajemen logistik dan kesehatan. Oleh karena itu, siswa wajib membawa perlengkapan lengkap seperti jas hujan, jaket, dan obat pribadi. Persiapan teknis ini merupakan bentuk nyata dari perilaku sigap dalam bertindak.
Di samping itu, sekolah menekankan pentingnya pendidikan karakter yang berwawasan lingkungan. Setiap kelompok wajib mengelola sampah secara mandiri menggunakan kantong plastik. Hasilnya, peserta memastikan area Embung Bansari tetap bersih tanpa meninggalkan jejak sampah sedikit pun.
Kesimpulannya, kegiatan Quranic Leadership Camp ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa kelas 7. Perpaduan tantangan alam dan cahaya Al-Qur’an diharapkan menumbuhkan benih pemimpin masa depan. Akhir kata, semoga para tunas muda ini tumbuh menjadi sosok yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Kontributor: Wahyu Anggoro
Editor: Al-Afasy



