Berita

Perkuat Peradaban, UMS Dorong Revitalisasi Nilai dalam Renstra Gontor Abad Kedua

SURAKARTAUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD). Panitia menggelar kegiatan ini untuk menguji sahih draf naskah Renstra Gontor Abad Kedua.

Kegiatan penting ini bertempat di Ruang Meeting Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS pada Rabu (6/5). UMS menekankan pentingnya revitalisasi nilai-nilai peradaban dalam penyusunan dokumen strategis tersebut.

FGD tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan kerjasama CDCC. CDCC menghubungkan Tim Penyusun Renstra Gontor Abad Kedua dengan sejumlah perguruan tinggi. Perguruan tinggi tersebut bertindak sebagai tuan rumah dan fasilitator kegiatan. Selain UMS, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juga terlibat dalam proses ini.

Apresiasi CDCC dan Keterlibatan Pakar

Prof. M. Din Syamsuddin, selaku Ketua CDCC dan Ketua Tim Penyusun Renstra, menyampaikan apresiasi tinggi. Beliau berterima kasih atas dukungan penuh dari perguruan tinggi terkait.

“Atas nama Tim Penyusun Renstra mengucapkan terima kasih,” ungkapnya. Beliau menambahkan, “kesediaan UAD & UMS menjadi Tuan Rumah/Fasilitator FGD/Uji Sahih Renstra pada 6 Mei 2026 di UMS sangat berarti.”

Prof. Din Syamsuddin berharap keterlibatan para pakar dari UMS dapat memberikan kontribusi signifikan. Keahlian mereka akan membantu penyempurnaan dokumen strategis Renstra Gontor Abad Kedua agar lebih komprehensif.

Sebanyak 22 orang Tim Penyusun Renstra hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka bertindak sebagai pendengar sekaligus menampung masukan. Masukan berasal dari para narasumber dan penanggap yang ahli di bidangnya.

Kehadiran para akademisi diharapkan mampu memperkaya perspektif. Hal ini sangat penting dalam merumuskan arah kebijakan Gontor memasuki abad kedua.

Teknologi Beretika dalam Visi Abad Kedua

Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., Rektor UMS, menyampaikan pemaparan materi. Beliau menegaskan visi pembangunan masyarakat. Pembangunan harus berpijak pada nilai-nilai kehidupan yang menyeluruh, bukan hanya kemajuan teknologi semata.

Menurutnya, saat memasuki abad kedua, Renstra Gontor Abad Kedua perlu memprioritaskan revitalisasi nilai. Nilai tersebut harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Rektor UMS menekankan nilai-nilai peradaban sebagai konsideran utama. Nilai ini harus menjadi pijakan dalam membangun masyarakat secara utuh dan seimbang.

“Temuan dan pemanfaatan teknologi dapat dijadikan tools set dan skills set,” tambah Prof. Harun. Akan tetapi, pemanfaatan tersebut harus tetap berada dalam kerangka teknologi yang beretika.

Beliau juga menekankan pentingnya teknologi yang berpihak pada humanitas dan transendensi. Dengan demikian, kemajuan peradaban tidak akan kehilangan akar nilainya.

Kontributor: Meysali
Editor: Ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://lppm.isi-ska.ac.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games