Wahid Syaifuddin di Forum OBSESI: Perkuat Simpul Daerah untuk Hidupkan Kaderisasi Cabang & Ranting

PWMJATENG.COM, KLATEN — Kekuatan sebuah gerakan dakwah tidak hanya terletak pada kuantitas massa, melainkan pada soliditas simpul koordinasi dari tingkat pimpinan daerah hingga ke akar rumput. Hal inilah yang ditegaskan oleh H. Muhammad Wahid Syaifuddin, M.Pd., Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, dalam forum OBSESI (Obrolan Santai dan Edukasi Kaderisasi) di Jogonalan, Kamis malam (30/04/2026).
Dalam orasinya, Wahid yang juga mantan Ketua PDPM Klaten ini menyoroti urgensi penguatan simpul koordinasi sebagai motor penggerak utama bagi pimpinan di tingkat bawah. Ia menilai kegairahan pimpinan di tingkat ranting dan cabang sangat bergantung pada seberapa kuat instruksi serta pendampingan yang diberikan secara konsisten oleh pimpinan daerah.
Memutus Rantai Kaderisasi yang Parsial
Wahid memberikan catatan kritis terhadap pola kaderisasi yang selama ini dinilai berjalan secara parsial atau terputus antar organisasi otonom (Ortom). Ia menyoroti tantangan besar di mana kader lulusan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sering kali tidak terserap secara optimal ke jenjang Pemuda Muhammadiyah maupun Nasyiatul Aisyiyah (NA).
“Kita harus memastikan adanya kesinambungan. Pola kaderisasi harus berjenjang dan terkoneksi dengan baik antara IPM, Pemuda, hingga nantinya masuk ke jajaran Muhammadiyah maupun Aisyiyah,” tegas Wahid. Ia berharap tidak ada lagi sekat yang menghalangi transformasi kader agar setiap individu memiliki rasa keberlanjutan dalam berkhidmat di persyarikatan.
Simpul Daerah Sebagai Kunci Gerakan
Lebih lanjut, Wahid mengingatkan bahwa pimpinan daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan mesin organisasi di tingkat cabang tetap panas. Tanpa koordinasi yang intensif, dikhawatirkan program-program besar hanya akan menjadi wacana di tingkat atas tanpa menyentuh kebutuhan rill para kader di tingkat akar rumput.
“Simpul kita di daerah harus kuat. Jika di tingkat daerah saja koordinasinya macet, jangan harap pimpinan cabang dan ranting bisa bergerak efektif,” tambahnya. Penekanan pada simpul koordinasi ini diharapkan mampu memicu kembali semangat kolaborasi antar-kader dalam mengawal produk dan karya nyata organisasi demi kemajuan umat di Klaten.
Editor: Al-Afasy



