Berita

Guru Besar UMS Bertambah, Dorong Riset Berkelanjutan bagi Masyarakat

PWMJATENG.COMSURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperkuat jajaran akademisnya. Kampus ini resmi mengukuhkan dua Guru Besar UMS baru pada Rabu (29/4). Acara khidmat tersebut berlangsung di Auditorium Moh. Djazman. Kini, UMS tercatat memiliki total 72 guru besar.

Dua pakar tersebut adalah Prof. Kussudyarsana, Ph.D. dari FEB dan Prof. Arum Pratiwi, Ph.D. dari FIK. Pengukuhan ini menjadi bukti nyata transformasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen kampus dalam mencetak pakar kelas dunia.

Peningkatan Kualitas PTMA Unggul

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, memberikan apresiasi tinggi. Beliau menegaskan bahwa tambahan profesor ini meningkatkan kualitas UMS. Sebagai PTMA Unggul, UMS terus menunjukkan prestasinya di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, Haedar menitipkan pesan penting bagi para akademisi. Beliau mendorong mereka untuk aktif mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, para dosen harus mampu membentuk karakter generasi muda yang religius. Selain religius, mahasiswa juga harus mahir dalam penguasaan teknologi.

Dominasi Profesor di Jawa Tengah

Sementara itu, Prof. Dr. Chairil Anwar memaparkan data persebaran guru besar. Saat ini, terdapat sekitar 478 guru besar di lingkungan PTMA seluruh Indonesia. Namun, UMS memberikan kontribusi yang sangat signifikan, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Bahkan, sebanyak 63 orang atau sekitar 66% guru besar PTMA di Jawa Tengah berasal dari UMS. Angka ini membuktikan bahwa UMS menjadi lumbung dosen berprestasi. Kekuatan akademik ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi dunia pendidikan kita.

Fokus pada Riset Berkelanjutan

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, juga menekankan pentingnya hilirisasi riset. Ia mengingatkan bahwa gelar profesor bukanlah akhir perjalanan. Sebaliknya, gelar ini adalah awal untuk menciptakan inovasi yang lebih besar.

Oleh karena itu, Harun meminta agar hasil riset tidak berhenti di atas kertas. Para guru besar wajib menghasilkan riset berkelanjutan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kontribusi UMS akan terasa nyata bagi kemajuan umat dan bangsa secara luas.

Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://lppm.isi-ska.ac.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games