Berita

IMM Jateng dan DIY Gandeng MPKU PP Muhammadiyah Perkuat Holistik IMM Care

PWMJATENG.COM, YOGYAKARTA — DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Tengah dan IMM DIY menggandeng MPKU PP Muhammadiyah untuk memperkuat program Holistik IMM Care di bidang kesehatan dan kebencanaan.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Majelis Pembina Kesehatan Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat, 24 April 2026.

Pertemuan ini membahas integrasi program Medical First Response atau respons medis awal, serta Psychological First Aid atau pertolongan pertama psikologis. Keduanya akan dikembangkan dalam agenda Holistik IMM Care.

Holistik IMM Care Perkuat Respons Kader

Kabid Kesehatan DPD IMM Jawa Tengah, Fu’ad Minan Zuhri, menyebut inisiatif ini sebagai langkah untuk mengolaborasikan kesehatan fisik dan mental.

Menurutnya, program Medical First Response diinisiasi untuk menjawab minimnya wadah resmi bagi kader mahasiswa dalam aktivitas kesehatan dan kebencanaan di Jawa Tengah.

“Program MFR diinisiasi untuk menjawab kegelisahan akibat minimnya wadah dan fasilitas resmi bagi kader mahasiswa dalam aktivitas kesehatan dan kebencanaan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Senada dengan Fu’ad, Sekbid Kesehatan DPD IMM Jawa Tengah, Ulin Nuha, menyoroti tingginya kebutuhan dukungan psikologis di lingkungan pendidikan.

Menurut Ulin, kampus membutuhkan ruang aman bagi mahasiswa. Karena itu, pelatihan Psychological First Aid dinilai penting agar kader IMM mampu memberi dukungan awal secara tepat.

“Kampus sangat membutuhkan ruang aman. Pelatihan PFA menjadi fondasi bagi kader IMM agar mampu memberikan ruang aman tanpa penghakiman kepada teman sebayanya,” tegas Ulin.

IMM DIY Dorong Kader Terlatih

Kabid Kesehatan IMM DIY, Afghan, menjelaskan bahwa program Medical First Response ditargetkan untuk menindaklanjuti program ambulans di Yogyakarta dengan dukungan kader terlatih.

Sementara itu, program Psychological First Aid diarahkan untuk mencetak kader sebagai peer counselor atau konselor sebaya lintas kampus.

“Untuk PFA, kami menargetkan kader menjadi peer counselor lintas kampus. Pertemuan ini adalah upaya membuat payung resmi agar peran IMM makin konkret,” jelasnya.

MPKU PP Muhammadiyah Sambut Positif

Inisiatif yang berangkat dari akar rumput tersebut disambut positif oleh jajaran MPKU PP Muhammadiyah.

Sekretaris MPKU PP Muhammadiyah, dr. Ekorini Listiowati, MMR., menyarankan IMM mereplikasi model program kesehatan jiwa remaja yang telah digarap MPKU bersama Lazismu di DIY.

Menurutnya, program tersebut bernama Bestiemu. Sasaran awalnya adalah guru bimbingan konseling dan guru olahraga melalui pendekatan informal.

“Program ini dinamai Bestiemu. Sasaran awalnya adalah guru BK dan olahraga melalui pendekatan informal, lalu menyusun modul kegiatan seperti manajemen stres,” papar dr. Ekorini.

Ia menambahkan, program tersebut juga memuat skrining untuk penerimaan pasien di rumah sakit. Namun, skrining kesehatan jiwa di tingkat komunitas masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Perwakilan MPKU PP Muhammadiyah lainnya, Agus Budiantoro, S.I.P., S.AP., mengingatkan agar program ini lebih banyak mengedepankan simulasi dan praktik lapangan.

“Tingkatkan keterampilan komunikasi empatik kader. Yang terpenting adalah pelembagaan agar terbangun support system yang bersinergi,” pesannya.

Apresiasi juga datang dari apt. Siti Salimah, S.Si., MPH. Ia menilai program ini relevan dengan tantangan kesehatan mental Generasi Z.

“Semangat dari grassroots ini sangat bagus untuk mencegah risiko terburuk, termasuk bunuh diri di kalangan anak muda. Program ini harus dikemas agar bisa berkelanjutan,” tuturnya.

IMM Serahkan Policy Brief

Sebagai tindak lanjut, pertemuan ditutup dengan penyerahan policy brief dari IMM kepada MPKU PP Muhammadiyah.

Dokumen tersebut diharapkan menjadi pijakan kebijakan untuk mengeksekusi kolaborasi konkret antara IMM dan MPKU PP Muhammadiyah.

Melalui Holistik IMM Care, IMM Jateng dan IMM DIY berupaya memperkuat peran kader mahasiswa dalam respons kesehatan, kebencanaan, dan pendampingan psikologis di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/