Silaturahmi P2T UMS Tekankan Kebersamaan, Kesehatan, dan Program Aplikatif

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Paguyuban Purna Tugas (P2T) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar silaturahmi rutin pada Sabtu (18/4/2026) di Ruang Seminar Pascasarjana UMS. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat pembinaan bagi para anggota purna tugas.
Ketua P2T UMS, Drs. Joko Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi agenda kebugaran berupa senam sendi dan tulang. Program tersebut dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan kesehatan para anggota.
“Topik ini kami pilih karena persoalan sendi dan lutut sering dialami anggota. Maka konsepnya sendi aman, ibadah nyaman. Nanti akan kami lanjutkan dengan program senam yang bisa dilakukan secara rutin,” ujarnya.
P2T UMS Fokus pada Kesehatan Anggota
Selain agenda kesehatan, P2T UMS juga berencana memperkuat program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang akan dilaksanakan secara daring maupun luring. Menurut Joko, skema ini disiapkan agar kegiatan tetap bisa diikuti anggota dengan mempertimbangkan mobilitas dan kesibukan masing-masing.
Ia juga membuka ruang partisipasi bagi anggota untuk memberikan masukan terhadap program paguyuban.
“Kami berharap ini bukan pertemuan pertama dan terakhir. Silakan terus bergabung dan memberi saran demi kebermanfaatan bersama,” imbuhnya.
Program Ke Depan Lebih Aplikatif
Sementara itu, Sekretaris P2T UMS, Ismokoweni, S.E., M.M., menekankan pentingnya konsep kegiatan yang lebih aplikatif dan tidak terlalu teoritis. Ia menyebut, pertemuan ke depan akan dirancang lebih interaktif, bahkan memungkinkan dikemas dalam bentuk kegiatan luar ruang untuk memperkuat kebersamaan.
“Kegiatan berikutnya ingin kami buat lebih menekankan praktik, tidak terlalu banyak teori. Bahkan ada rencana konsep luar ruang agar suasana lebih hidup dan membangun kedekatan emosional,” jelasnya.
Menurut Ismokoweni, pembentukan paguyuban ini masih dalam tahap awal sehingga membutuhkan proses untuk menghimpun lebih banyak anggota. Dari lebih dari 300 anggota potensial, saat ini sekitar 100 orang telah aktif bergabung.
Paguyuban Didorong Makin Partisipatif
Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali nilai humanisme di lingkungan UMS, terutama dalam interaksi antar-civitas academica.
“Dulu rasa kekeluargaan itu kuat, saling mengenal lintas unit. Sekarang hal itu mulai berkurang, padahal humanisme adalah bagian penting dari misi UMS,” ungkapnya.
Selain aspek sosial, Ismokoweni menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengembangan kampus. Menurutnya, kemajuan UMS perlu diimbangi dengan kesadaran ekologis dan pelayanan yang ramah.
“UMS sudah sangat maju, tetapi perlu diimbangi dengan kepedulian lingkungan dan keramahan pelayanan. Hal-hal kecil seperti menyapa dan menjaga kebersihan itu penting,” tuturnya.
Silaturahmi ini juga menjadi ajang koordinasi untuk agenda berikutnya yang akan dipimpin Kelompok 4 dengan koordinator Dra. Wafroturrohmah, M.Pd. Kegiatan P2T UMS direncanakan berlangsung rutin setiap tiga bulan sebagai upaya menjaga silaturahmi dan keberlanjutan kontribusi para purna tugas bagi UMS.
Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy



