Hari Ber-Muhammadiyah Semarang Dikawal Banser, Lelang Masjid Himpun Rp 205 Juta

PWMJATENG.COM, SEMARANG — Hari Ber-Muhammadiyah Semarang yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Genuk, Ahad (12/4/2026), diwarnai kolaborasi pengamanan oleh anggota Banser NU. Dalam kegiatan itu, lelang renovasi Masjid At Taqwa Muhammadiyah Genuk juga berhasil menghimpun dana Rp 205 juta hanya dalam 15 menit.
Kegiatan tersebut dihadiri ribuan jamaah Muhammadiyah. Kehadiran Banser dalam pengamanan acara menjadi simbol kerja sama dan persaudaraan antarormas Islam di tingkat akar rumput.
Sinergi Muhammadiyah dan Banser
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. Fachrur Rozi, M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan ini membawa pesan persaudaraan yang inklusif dan kerja sama lintas elemen.
Menurutnya, keterlibatan Banser dalam mengawal jalannya acara menunjukkan bahwa perbedaan organisasi tidak menghalangi persatuan umat.
“Perhelatan ini bukan sekadar unjuk eksistensi organisasi, melainkan wujud nyata ukhuwah Islamiyah. Kehadiran saudara-saudara Banser yang turut mengamankan acara membuktikan bahwa perbedaan wadah tidak pernah menghalangi persaudaraan sejati di akar rumput,” tegasnya.
Ia berharap sinergi tersebut dapat memperkuat suasana Semarang yang kondusif, religius, dan harmonis.
Lelang Renovasi Masjid Tembus Rp 205 Juta
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penggalangan dana untuk renovasi Masjid At Taqwa Muhammadiyah Genuk Semarang. Masjid tersebut direncanakan dibangun menjadi tiga lantai dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp 2,8 miliar.
Panitia menyebut penggalangan dana dimulai dari nol rupiah. Namun, antusiasme jamaah saat sesi lelang berlangsung sangat tinggi. Dalam waktu sekitar 15 menit, dana yang terkumpul mencapai Rp 205 juta.
Capaian itu menunjukkan tingginya partisipasi warga persyarikatan dalam mendukung pembangunan sarana ibadah dan dakwah.
Pesan Islam Berkemajuan
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., yang hadir langsung dalam acara tersebut, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun PDM Kota Semarang bersama pemerintah kota dan elemen organisasi lainnya.
“Kami merasa bersyukur PDM Kota Semarang mempersiapkannya begitu bagus. Tapi yang luar biasa ini kolaborasi dengan pemerintah kotanya bagus, bahkan didukung oleh teman-teman dari MWC NU. Ini betul-betul Hari Ber-Muhammadiyah yang sekaligus menjadi silaturahmi yang luar biasa. Semarang semakin baik Muhammadiyah-nya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah harus terus menghadirkan Islam yang mencerahkan dan berkemajuan serta memberi kontribusi terbaik bagi bangsa dan kemanusiaan.
“Penghidmatan itu harus dijaga dengan spirit ikhlas mengharap ridha Allah agar setiap langkah mendapatkan keberkahan,” tambahnya.
Selain Ketua PP Muhammadiyah, acara juga dihadiri Wakil Wali Kota Semarang, Ir. H. Iswar Aminuddin, M.T.
Peran ‘Aisyiyah untuk Kemanfaatan Umat
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Semarang, Aminah Kurniasih, M.Pd., menekankan bahwa keterlibatan aktif perempuan dalam gerakan dakwah menjadi salah satu kunci keberhasilan program persyarikatan.
Menurutnya, keberhasilan lelang renovasi masjid juga tidak lepas dari dukungan penuh ibu-ibu ‘Aisyiyah.
“‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan pendamping Muhammadiyah, dalam setiap gerakannya harus dapat memberikan manfaat untuk masyarakat. Amal usaha yang dijalankan harus bermanfaat. Jadi ke mana pun melangkah, harus menghadirkan kemaslahatan,” tegasnya.
Hari Ber-Muhammadiyah Semarang ditutup dengan optimisme bahwa kolaborasi antara Muhammadiyah, NU, dan pemerintah dapat terus diperkuat untuk membangun kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan berkemajuan.
Editor: Al-Afasy



