PWM Jawa Tengah Turba ke PDM Wonosobo, Dorong Penguatan MPM dan Akselerasi Program Strategis

PWMJATENG.COM, WONOSOBO — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melaksanakan silaturahmi dan Turun ke Bawah (Turba) ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo di Aula STIKES Muhammadiyah Wonosobo, Ahad (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan gerakan Muhammadiyah yang maju, profesional, dan modern (MPM) sekaligus percepatan program strategis di tingkat daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Muhammadiyah dari tingkat wilayah hingga ranting. Dari PWM Jawa Tengah hadir Drs. H. Jumari, M.Pd. dan H. Muhammad Abduh Hisyam, S.Ag., M.H. Sementara dari PDM Wonosobo hadir jajaran pleno PDM, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), Organisasi Otonom (Ortom), serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Ketua PDM Wonosobo, H. Bambang WEN, dalam sambutan pengantarnya memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan serta rencana strategis ke depan. Salah satunya adalah agenda muhibah ke PDM Ponorogo, PCM Ponorogo, dan Masjid Baitul Muhlisin yang dikenal sebagai cabang dan masjid unggulan tingkat nasional.
Menurut Bambang, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang studi tiru, tetapi juga bagian dari napak tilas sejarah perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam mengembangkan Muhammadiyah di Ponorogo bersama Syarikat Islam. Ia juga menyinggung sejumlah jejak sejarah Muhammadiyah di Ponorogo, termasuk Khittah Ponorogo 1969 yang menegaskan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, bukan gerakan politik praktis.
“Kita ikuti pembinaan dari PWM dan kita implementasikan hasil Turba ini dalam perjalanan PDM Wonosobo,” ujarnya.
Tiga Syarat Menuju Muhammadiyah MPM
Dalam arahannya, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Drs. H. Jumari, M.Pd., menyampaikan tiga syarat utama menuju Muhammadiyah yang maju, profesional, dan modern, yakni keseriusan, ketulusan, dan menjaga adab.
Ia menekankan pentingnya profesionalitas dalam mengelola amal usaha serta menjaga suasana organisasi yang kondusif. Menurutnya, setiap kritik harus dibangun di atas data, bukan prasangka.
“Jika ada persoalan, jangan dibicarakan di luar rumah. Kritik harus berbasis data, bukan prasangka,” tegasnya.
Mengutip pesan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 111, Jumari mengingatkan agar Muhammadiyah tidak terjebak pada angan-angan semata, melainkan membangun kesungguhan dalam setiap langkah. Ia juga menyampaikan refleksi dari Ketua PWM Jawa Tengah, KH Tafsir, bahwa semangat penggalangan dana saat bencana perlu pula dihadirkan untuk mendukung pengembangan amal usaha Muhammadiyah.
Target 12.000 KMM dan Penguatan Tiga Pilar
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, H. Muhammad Abduh Hisyam, menegaskan arah gerakan Muhammadiyah pasca-Muktamar ke-48 melalui konsep MPM: maju melawan stagnan, profesional melawan amatir, dan modern melawan tradisional.
Abduh juga memaparkan target besar PWM Jawa Tengah, yakni pembentukan 12.000 Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) sebagai bagian dari penguatan tiga pilar utama: Jami’yah, Jamaah, dan Jariyah.
Pada aspek Jami’yah, Muhammadiyah didorong memperkuat manajemen organisasi yang mandiri dan modern. Pada aspek Jamaah, penguatan diarahkan pada basis jamaah di tingkat cabang dan ranting, termasuk optimalisasi peran masjid dan KMM. Adapun pada aspek Jariyah, Muhammadiyah didorong membangun amal usaha unggulan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi melalui industrialisasi.
Ia juga menekankan pentingnya prioritas kinerja di tingkat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) serta pencapaian Key Performance Indicator (KPI) tahun 2026.
Percepatan Aktivasi Program SatuMu
Dalam kesempatan tersebut, Abduh mendorong percepatan aktivasi program SatuMu melalui pembentukan agen dan verifikator di tingkat ranting sebagai pelaksana pendataan warga Muhammadiyah di Wonosobo.
Program ini, kata dia, akan ditindaklanjuti melalui Workshop Aktivasi SatuMu yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei 2026.
Kegiatan Turba ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara PWM dan PDM, sekaligus mempererat kolaborasi seluruh unsur Muhammadiyah di Wonosobo dalam mewujudkan organisasi yang semakin maju, profesional, dan modern.
Editor: Al-Afasy



