UMS Gelar Edukasi Kesehatan di Korea, Ajarkan Pencegahan Cedera dan Sarcopenia

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar edukasi kesehatan fisik bagi warga Muslim Korea Selatan di Masjid Al Falah Seoul pada 4–5 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI) UMS.
Program tersebut bertujuan mengoptimalkan peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat Muslim. Dalam pelaksanaannya, tim PkM KI UMS bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI), Rumah Muslimah Indonesia di Korea Selatan (RUMAISA), dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Korea Selatan.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 4 Januari 2026 secara daring dan luring. Puncak edukasi kesehatan digelar pada 4–5 April 2026 dengan diikuti 29 jamaah, yang terdiri atas kelompok pria dan wanita dengan sesi materi terpisah.
Edukasi Pencegahan Cedera Muskuloskeletal
Materi untuk jamaah laki-laki disampaikan oleh Arif Pristianto, Ftr., M.Fis. Ia membahas penanganan keluhan muskuloskeletal serta upaya pencegahan komplikasi lanjutan.
Arif menjelaskan bahwa gangguan muskuloskeletal, seperti nyeri punggung, keseleo, tegang otot, hingga tendinitis, merupakan keluhan yang umum terjadi, terutama pada individu dengan aktivitas fisik tinggi atau teknik gerak yang kurang tepat. Menurutnya, kelelahan, kurang pemanasan, dan penggunaan otot secara berlebihan menjadi faktor utama munculnya cedera.
“Kesadaran terhadap pencegahan menjadi kunci utama. Pemanasan sebelum aktivitas, teknik gerakan yang benar, serta istirahat yang cukup dapat meminimalisasi risiko cedera,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Dalam pemaparannya, Arif juga mengenalkan metode penanganan awal cedera melalui prinsip POLICE (Protection, Optimal Loading, Ice, Compression, Elevation). Pendekatan ini dinilai efektif untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan serta mempercepat proses pemulihan jaringan.
Ia juga menekankan pentingnya pemantauan kondisi tubuh secara berkala, seperti pengecekan tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi, dan saturasi oksigen, sebagai langkah deteksi dini terhadap gangguan kesehatan.
Edukasi Pencegahan Sarcopenia pada Lansia
Sementara itu, materi untuk jamaah perempuan disampaikan oleh Tiara Fatmarizka, S.Fis., M.Sc. Ia membahas pencegahan sarcopenia pada lansia.
Tiara menjelaskan bahwa sarcopenia merupakan kondisi penurunan massa dan kekuatan otot yang umum terjadi pada usia lanjut. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada menurunnya kemampuan fisik, tetapi juga meningkatkan risiko jatuh, cedera, hingga penurunan kualitas hidup.
“Banyak masyarakat yang menganggap penurunan kekuatan otot adalah hal yang wajar seiring bertambahnya usia, padahal sarcopenia dapat dicegah dan diperlambat dengan intervensi yang tepat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pencegahan sarcopenia dapat dilakukan melalui langkah sederhana namun konsisten, seperti menjaga asupan nutrisi yang cukup, terutama protein, rutin melakukan aktivitas fisik seperti latihan kekuatan otot, serta menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh.
Masjid Didorong Jadi Pusat Pemberdayaan Umat
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Imam Masjid Al Falah Seoul, Iqbal Muharram. Ia menilai program tersebut tidak hanya memakmurkan masjid, tetapi juga menghadirkan variasi kajian yang bermanfaat dan aplikatif bagi jamaah.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan masjid dapat terus berkembang sebagai pusat pemberdayaan umat, termasuk dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat Muslim di Korea Selatan,” tegasnya.
Program ini menjadi bagian dari upaya UMS memperluas dampak pengabdian masyarakat di tingkat internasional, sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat layanan umat yang menyentuh aspek ibadah, pendidikan, dan kesehatan.
Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy



