Berita

Halal Bihalal Pondok Shabran UMS Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar halal bihalal bersama masyarakat sekitar pada Sabtu (11/4) di Masjid Al Munajat, Kompleks Pondok Shabran Timur. Kegiatan ini berlangsung hangat sebagai upaya mempererat hubungan antara pondok dan warga.

Kepala Pondok Shabran UMS, Yayuli, S.Ag., M.P.I., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan halal bihalal pertama yang secara khusus mengundang warga sekitar.

“Acara ini merupakan halal bihalal pertama Pondok Shabran yang mengundang warga sekitar. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi penyambung antara pondok dengan masyarakat,” ujarnya.

Halal Bihalal Perdana Bersama Warga

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Pondok Shabran UMS untuk membangun kedekatan sosial dengan masyarakat sekitar. Suasana hangat dan akrab tampak dalam pertemuan antara pengelola pondok, sivitas kampus, dan warga.

Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., yang juga alumni Pondok Shabran UMS, menyampaikan bahwa halal bihalal telah menjadi tradisi di lingkungan UMS untuk memperkuat silaturahmi.

“Budaya halal bihalal itu sudah ditradisikan oleh pimpinan di semua level, baik di rektorat, fakultas maupun di setiap prodi,” ungkapnya.

UMS Teguhkan Tradisi Silaturahmi

Menurut Mutohharun, tradisi halal bihalal tidak hanya bermakna saling memaafkan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarsesama di lingkungan kampus dan masyarakat.

Kegiatan seperti ini dinilai penting untuk menjaga keharmonisan sekaligus meneguhkan nilai-nilai kebersamaan yang hidup di lingkungan Muhammadiyah.

Tausiyah Tekankan Kembali ke Fitrah

Dalam sesi tausiyah, Drs. H. Muhammad Widodo, M.Pd., menekankan pentingnya kembali kepada fitrah dan mensyukuri kondisi yang dimiliki.

“Kita ini manusia pilihan, maka kembalilah ke fitrah dengan mensyukuri kondisi kita saat ini,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri sehingga perlu menjalin kedekatan dengan masyarakat.

“Sepintar apapun manusia, tidak bisa hidup sendiri. Maka kita harus dekat dengan masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, ia mengingatkan peserta agar tidak mudah berprasangka buruk dan tidak merasa lebih baik dari orang lain.

“Jangan suka menggoreng berita, hindari berpikir negatif dan jangan merasa lebih baik dari orang lain,” tegasnya.

Di akhir tausiyah, ia mengajak seluruh peserta membiasakan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan sebagai wujud nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Apa yang perlu kita budayakan adalah berlomba-lomba dalam menyediakan kebaikan bagi orang lain,” pungkasnya.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Pondok Shabran UMS untuk tidak hanya menjadi ruang pembinaan kader, tetapi juga menjalin silaturahmi yang erat dengan masyarakat sekitar.

Kontributor: Choiril
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/