Halalbihalal PWM Jawa Tengah di Kebumen, Hangatkan Ukhuwah dalam Nuansa Desa

PWMJATENG.COM, KEBUMEN – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar halalbihalal pada Rabu, 1 April 2026, di kediaman Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., di Desa Peniron, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan PWM Jawa Tengah, karyawan PWM, pimpinan amal usaha Muhammadiyah, serta warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar.
Dalam keterangannya, Tafsir menyampaikan bahwa halalbihalal tahun ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarpimpinan dan warga Muhammadiyah. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan secara bergilir dari rumah ke rumah.
“Hari ini dilaksanakan kegiatan halalbihalal bersama jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, beserta karyawan PWM, serta pimpinan amal usaha di bawah pengelolaan PWM Jawa Tengah. Turut hadir pula warga Muhammadiyah di sekitar Kabupaten Kebumen,” ujar Tafsir.

Ia menjelaskan, pada periode sebelumnya kegiatan serupa telah digelar di rumah Dodok Sartono, S.E., M.M. di Sragen dan di rumah dr. H. Ibnu Naser Arrohimi di Purbalingga. Kini, giliran Desa Peniron, yang merupakan kampung kelahirannya, menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
Menurut Tafsir, pelaksanaan halalbihalal di desa menghadirkan suasana berbeda bagi para peserta. Setelah lama beraktivitas di kawasan perkotaan, para pimpinan dan warga Muhammadiyah dapat menikmati kehangatan kebersamaan khas pedesaan.
Ia juga menuturkan, salah satu hal istimewa dalam kegiatan tahun ini adalah hadirnya iringan grup musik selawatan yang memadukan lantunan selawat dengan kesenian tradisional setempat. Kehadiran musik tersebut membuat suasana desa terasa semakin hidup, akrab, dan penuh semangat kebersamaan.

“Semoga kegiatan ini membawa banyak inspirasi dan keberkahan, serta semakin mempererat ukhuwah di antara kita semua,” kata Tafsir.
Halalbihalal ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga memperkuat nilai persaudaraan, kebersamaan, dan kedekatan Muhammadiyah dengan masyarakat sekitar.
Editor: Al-Afasy



