Unimus Gelar Halalbihalal, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Pelayanan

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar kegiatan halalbihalal bersama seluruh civitas akademika pada hari pertama masuk kerja pasca-Idulfitri 1447 H, Senin (30/3/2026), di Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Jawa Tengah.
Kegiatan ini diikuti jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta tamu undangan dari berbagai unsur mitra dan organisasi. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Badan Pembina Harian (BPH) Unimus, pimpinan rumah sakit dan klinik di lingkungan kampus, serta mitra perbankan.
Acara juga menghadirkan narasumber Siti Taqiyah, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah periode 2010–2015.
Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh jamaah. Ia mengajak civitas akademika untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat.
“Momentum Idulfitri ini menjadi saat yang tepat untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, sekaligus memohon keberkahan bagi kemajuan Unimus,” ujarnya.
Masrukhi juga menyampaikan rasa syukur atas perkembangan Unimus yang terus menunjukkan tren positif. Ia mengatakan, pada 2026 Unimus telah memperoleh izin pembukaan 10 program studi baru.
Beberapa program studi yang disebutkan antara lain S1 Cyber Security, S1 Kecerdasan Buatan, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Hukum Bisnis, Program Spesialis Keperawatan Medikal Bedah, S2 Informatika, S2 Manajemen, serta program pendidikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi.
Sementara itu, perwakilan PWM Jawa Tengah, Drs. Wahyudi, M.Pd., menekankan pentingnya halalbihalal sebagai momentum untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan, baik kepada Allah Swt. maupun sesama manusia.
Ia juga mengingatkan sejarah berdirinya Unimus yang berawal dari tiga akademi pada 1993, yakni akademi analis kesehatan, gizi, dan keperawatan Muhammadiyah. Kini, kata dia, Unimus berkembang pesat dengan memiliki 45 program studi.
“Halalbihalal bukan hanya tradisi, tetapi sarana untuk membuka lembaran baru, mempererat kebersamaan, serta memperkuat sinergi dalam mencapai visi bersama,” tuturnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausyiah oleh Siti Taqiyah. Dalam tausyiahnya, ia mengajak seluruh peserta menyikapi perbedaan penentuan 1 Syawal dengan bijak, khususnya di lingkungan Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya mengedepankan semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan serta menjaga persatuan di tengah perbedaan.
Selain itu, ia menguraikan empat hal penting yang perlu diamalkan pasca-Ramadan, yakni memohon petunjuk Allah, meningkatkan ketakwaan, menjaga konsistensi ibadah, serta meyakini kecukupan dari Allah dalam setiap aspek kehidupan.
Ia juga mengingatkan agar manusia menghindari sifat adigang, adigung, dan adiguna, yakni merasa paling kuat, paling kaya, dan paling unggul, yang dapat memunculkan kesombongan.
“Halalbihalal menjadi momen untuk membersihkan diri dari sifat-sifat tersebut, serta memperkuat keikhlasan dalam menjalani kehidupan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Unimus berharap seluruh keluarga besar kampus semakin solid, mempererat ukhuwah, dan terus bersinergi dalam mewujudkan kemajuan institusi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy



