Mahasiswa KKN Dik UMS Hadirkan Fun Learning untuk Tingkatkan Bahasa Inggris Siswa

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program pembelajaran berbasis fun learning di MTs Muhammadiyah 5 Tukulrejo, Wonogiri, untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
Mahasiswa KKN Dik FKIP UMS, Bilqis Malikatus Sholihah, mengatakan program tersebut dirancang untuk mengatasi minimnya penguasaan kosakata serta memperbaiki pelafalan dan penulisan bahasa Inggris siswa.
“Program ini mengusung tema ‘Alphabet dan Vocabulary: Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris melalui Fun Learning’ dan dilaksanakan dalam tiga sesi utama,” ujarnya saat dimintai keterangan.
Pada sesi pertama, mahasiswa mengajak siswa membaca dan melafalkan alfabet melalui metode bernyanyi bersama. Kegiatan ini dilakukan untuk membangun suasana belajar yang ceria dan interaktif.
Sesi kedua diisi dengan pengenalan kosakata. Pada tahap ini, siswa diminta menuliskan kosakata bahasa Inggris yang telah mereka ketahui untuk mengukur pemahaman dasar mereka.
Adapun sesi ketiga menjadi puncak kegiatan. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok, lalu diminta mencari, menghafal, dan menuliskan kosakata berdasarkan huruf alfabet tertentu di papan tulis. Setiap kelompok tidak boleh menulis kosakata yang sama dengan kelompok lain.
Bilqis berharap pendekatan fun learning dapat menumbuhkan motivasi belajar bahasa Inggris pada siswa.
“Kegiatannya menyenangkan dan mampu menumbuhkan semangat anak-anak untuk belajar bahasa Inggris. Mereka merasa bahasa Inggris menjadi lebih mudah dan tidak sesulit yang dibayangkan. Harapannya, mereka lebih termotivasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris,” katanya.
Mahasiswa KKN Dik UMS juga berharap program tersebut dapat memberi dampak berkelanjutan bagi efektivitas pembelajaran bahasa Inggris di sekolah tersebut.
Salah seorang siswi MTs Muhammadiyah 5 Tukulrejo, Aisyah, mengaku lebih bersemangat mengikuti pelajaran karena pembelajaran dilakukan dengan cara yang tidak membosankan dan melibatkan kerja kelompok serta permainan.
“Pembelajaran yang menyenangkan membuat saya lebih bersemangat untuk belajar bahasa Inggris,” ungkapnya.
Pihak sekolah turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Perwakilan sekolah, Subiyanto, S.Pd., menilai pendekatan belajar yang menyenangkan membuat siswa lebih berani mencoba mengucapkan kosakata baru.
“Siswa-siswi merasa senang karena bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dengan lebih mudah. Kegiatannya belajar sambil bermain, sehingga mereka lebih mudah memahami kosakata baru,” ujarnya.
Kontributor: Jamaludin
Editor: Al-Afasy



