Pesantren Ramadan Tapak Suci Jadi Puncak Syiar Ramadan SMP Muhammadiyah Nusawungu

PWMJATENG.COM, CILACAP – SMP Muhammadiyah Nusawungu, Cilacap, menggelar Pesantren Ramadan Tapak Suci Pantai Selatan sebagai puncak rangkaian syiar Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang diikuti 45 siswa dan dibimbing 10 kader pelatih itu dipusatkan di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini menjadi penutup dari berbagai agenda dakwah sekolah selama Ramadan. Sebelumnya, SMP Muhammadiyah Nusawungu bersama Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Nusawungu rutin membagikan takjil setiap Jumat kepada masyarakat sekitar. Selain itu, digelar pula buka puasa bersama Tapak Suci Pantai Selatan untuk mempererat ukhuwah.
Penguatan Karakter pada 10 Hari Terakhir Ramadan
Berbeda dengan kegiatan sosial pada pekan-pekan sebelumnya yang menyasar masyarakat luas, pesantren Ramadan kali ini difokuskan pada pembinaan karakter internal siswa Tapak Suci.
Sejak pukul 15.30 WIB, para siswa mengikuti latihan bersama di halaman sekolah dengan mengenakan seragam khas Tapak Suci. Meski sedang berpuasa, mereka tetap antusias berlatih di bawah pendampingan para kader pelatih.
Pelatih Tapak Suci, Muhamad Reza Tio Samhong, mengatakan sesi latihan itu bertujuan menanamkan kedisiplinan dan ketangguhan fisik sebagai karakter kader Muhammadiyah.
“Sesi ini bertujuan menanamkan kedisiplinan dan ketangguhan fisik yang menjadi ciri khas kader Muhammadiyah,” ujarnya.
Menyeimbangkan Fisik dan Spiritual
Menjelang waktu berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan kajian Islami. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga akhlak dan keimanan di atas kekuatan fisik.
Setelah berbuka puasa dan menunaikan Salat Magrib, para peserta mengikuti Salat Tarawih berjamaah serta tadarus Al-Qur’an. Untuk menjaga semangat dan kebersamaan, panitia juga menghadirkan pemutaran film motivasi bertema perjuangan.
Kegiatan berlanjut hingga sahur bersama. Acara kemudian ditutup dengan Salat Subuh berjamaah dan kajian keislaman sebelum para siswa kembali ke rumah masing-masing pada pukul 06.00 WIB.
Mencetak Kader Tangguh dan Berakhlak
Kepala SMP Muhammadiyah Nusawungu yang juga kader pelatih Tapak Suci, Mukharoroh, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kader yang utuh, tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara spiritual.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari semboyan Tapak Suci, yaitu kuat karena iman dan akhlak. Setelah sebelumnya anak-anak belajar berbagi melalui pembagian takjil setiap Jumat, kini mereka belajar menaklukkan diri sendiri melalui disiplin pesantren,” ujarnya.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan itu, para kader pelatih Tapak Suci Pantai Selatan berharap siswa tidak hanya berprestasi dalam olahraga bela diri, tetapi juga menjadi teladan dalam ibadah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kontributor: Wasis
Editor: Al-Afasy



