Mahasiswa Asing UMS Gaungkan Dakwah Internasional di SD Muhammadiyah PK Baturan

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Nuansa dakwah internasional mewarnai kegiatan pesantren Ramadan di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Baturan Colomadu. Sekolah tersebut menghadirkan mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk berbagi pengalaman keislaman lintas budaya kepada para siswa.
Mahasiswa asal Kenya, Alwy Ahmed, hadir dalam kegiatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan siswa pada Rabu (11/3). Kehadirannya memberikan pengalaman baru bagi siswa sekolah dasar tentang praktik Ramadan di berbagai negara.
Kegiatan pesantren Ramadan ini diikuti oleh 144 siswa kelas 1 hingga kelas 6. Program tersebut merupakan agenda tahunan sekolah untuk mengisi kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan sekaligus menanamkan nilai spiritual dan sosial kepada peserta didik.
Dakwah Internasional Mahasiswa Asing UMS
Pendamping kegiatan dari UMS, Fika Annisa’ Sholihah, S.Ars., M.Arch., menjelaskan bahwa program ini terlaksana setelah dirinya mendapat amanah dari Wakil Rektor III UMS, Mutohharun Jinan, M.Ag.
Ia ditugaskan untuk mencari sekaligus mendampingi dai internasional yang dapat berinteraksi langsung dengan para siswa.
“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Sebelumnya saya diberi amanah oleh Wakil Rektor III untuk mencari sekaligus mendampingi ustadz dari luar negeri,” ungkap Fika saat dimintai keterangan, Kamis (12/3).
Menurutnya, Alwy dipilih karena memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun sosial. Ia juga memiliki ketertarikan besar dalam mendalami Islam dan pemikiran Muhammadiyah.
Bahkan, Alwy diketahui telah menulis empat buku serta sejumlah publikasi ilmiah.

Antusiasme Siswa SD Muhammadiyah PK Baturan
Antusiasme para siswa terlihat tinggi selama sesi interaksi berlangsung. Berbagai kegiatan interaktif dilakukan, mulai dari sambung ayat Al-Qur’an, berbagi cerita tentang hobi, hingga diskusi ringan mengenai budaya Indonesia.
Bagi Alwy Ahmed, pengalaman berdakwah di sekolah dasar ini menjadi momen yang sangat berkesan.
“Saya merasa sangat senang. Ini mengingatkan masa kecil saya. Saya sangat suka berinteraksi dengan anak-anak dan terlibat dalam literasi serta edukasi mereka,” ujarnya.
Suasana semakin meriah ketika Alwy mengajak para siswa menyanyikan lagu “Cinta Rasul” yang dipopulerkan Hadad Alwi. Momen tersebut menciptakan kebersamaan yang hangat antara mahasiswa internasional dan para siswa.
Ia berharap dapat mengunjungi lebih banyak sekolah untuk berbagi pengalaman dan menjadi sukarelawan di masyarakat.
“Saya berharap bisa mengunjungi lebih banyak sekolah. Saya sangat suka kegiatan di sekolah dan menjadi sukarelawan di masyarakat,” tambahnya.
Pesantren Ramadan Bernuansa Pesantren
Kepala SD Muhammadiyah PK Baturan Colomadu, Hervian Prasetyo, M.Pd., menjelaskan bahwa konsep pesantren Ramadan di sekolah tersebut dirancang menyerupai suasana kehidupan di pondok pesantren.
Menurutnya, menghadirkan dai dari luar negeri menjadi strategi sekolah untuk memperluas wawasan global para siswa.
“Anak-anak jadi tahu bahwa Islam tidak hanya berkembang di Indonesia. Mereka juga bisa melihat bahwa orang dari negara lain bisa datang dan berbagi pengalaman di sekolah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pesantren Ramadan diisi dengan berbagai aktivitas ibadah, mulai dari buka puasa bersama, salat Tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, sahur bersama, hingga salat Subuh berjamaah.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama satu malam tersebut disesuaikan dengan usia siswa, namun tetap menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kemandirian sebagaimana kehidupan di pondok pesantren.
Melalui kolaborasi dengan UMS dan kehadiran mahasiswa asing, sekolah berharap dapat menanamkan nilai keislaman sekaligus memperluas wawasan global para siswa.
Kontributor: Roselia
Editor: Al-Afasy



