Nuzulul Qur’an UMPWR: Ramadhan Bukan untuk Tidur, Tapi untuk Membumikan Al-Qur’an

PWMJATENG.COM, PURWOREJO – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) menghidupkan malam 17 Ramadan 1447 H dengan menggelar Pengajian Nuzulul Qur’an, Kamis (5/3). Bertempat di Masjid Kampus UMPWR, agenda ini menjadi momentum refleksi bagi civitas akademika untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan kitab suci.
Hadir sebagai narasumber, Seneng Widodo, S.Pd., Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PDM Magelang, yang membedah tema inspiratif: “Resep Menjadi Ahli Al-Qur’an.”
Dalam tausiyahnya, Seneng Widodo memberikan kritik membangun terkait kebiasaan masyarakat saat berpuasa. Ia menegaskan bahwa Ramadan seharusnya menjadi bulan paling produktif untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an, bukan bulan untuk bermalas-malasan.
“Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Karena itu, Ramadan bukan untuk memperbanyak tidur, tetapi untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an,” tegasnya. Beliau juga secara spesifik mengingatkan jamaah untuk menghindari tidur di empat waktu yang dapat mengikis keberkahan, yaitu setelah Subuh, setelah Ashar, setelah Maghrib, serta saat pengajian berlangsung.
Seneng Widodo memotivasi jamaah dengan mengingatkan besarnya “margin pahala” dalam membaca Al-Qur’an, di mana setiap satu huruf bernilai sepuluh kebaikan. Ia mendorong setiap civitas akademika UMPWR setidaknya mengkhatamkan Al-Qur’an minimal satu kali selama bulan suci ini.
Lebih lanjut, ia memaparkan empat langkah konkret untuk menjadi Ahlul Qur’an:
- Membaca: Menjadikannya wirid harian.
- Menghafal: Sebagai upaya menjaga kemurnian wahyu dalam ingatan.
- Mentadabburi: Memahami makna dan pesan mendalam di setiap ayat.
- Mengamalkan: Menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai kompas dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, UMPWR berharap nilai-nilai mulia Al-Qur’an tidak hanya berhenti di lisan, tetapi meresap menjadi landasan karakter dalam membangun pribadi yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.
Agenda yang dilaksanakan setelah shalat Tarawih ini ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar civitas akademika UMPWR mampu menjadi generasi yang mencintai dan menghidupkan Al-Qur’an di tengah tantangan zaman.
Editor: Al-Afasy



