Berita

Arsitektur UMS Bedah Filosofi Ruang Desa Adat Senaru: Saat Tradisi Menantang Modernitas

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian identitas budaya melalui kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Adat Senaru, Lombok, pada 5–11 Februari 2026. Sebanyak 14 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Jinten, didampingi oleh Dr. Ir. Rini Hidayati, S.T., M.T., mengeksplorasi kedalaman nilai arsitektur vernakular di kaki Gunung Rinjani tersebut.

Desa Senaru dipilih sebagai objek studi utama karena konsistensinya dalam mempertahankan struktur sosial dan tata ruang tradisional di tengah masifnya industri pariwisata.

Keunikan utama Desa Senaru terletak pada organisasi ruangnya yang linier dengan struktur keluarga. Rumah-rumah tradisional di sini dihuni oleh tujuh generasi dalam satu garis keturunan. Susunan massa bangunan tidak dibuat secara acak, melainkan mengikuti hierarki keluarga yang ketat.

“Ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengamati secara langsung bagaimana arsitektur vernakular terintegrasi dengan sistem sosial. Zona permukiman pun dirancang semakin privat ke arah selatan sesuai kepercayaan lokal,” jelas Rini Hidayati, Senin (23/2).

Secara teknis, bangunan di Senaru merupakan contoh sempurna dari arsitektur tropis yang berkelanjutan. Penggunaan dinding bambu anyam memungkinkan sirkulasi udara alami berjalan optimal, sementara atap alang-alang memberikan isolasi termal yang baik.

Mahasiswa juga mempelajari peran penting Berugak, sebuah ruang komunal terbuka yang berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial, mulai dari musyawarah warga hingga prosesi adat. “Berugak adalah jantung sosial desa. Segala urusan, dari hukum adat hingga pernikahan, diselesaikan di sana,” ungkap Nawasim, pengelola Desa Senaru.

Meskipun telah ada program penguatan material dari pemerintah sejak 1986, keaslian bentuk dan motif bangunan tetap dijaga ketat oleh aturan lokal (awig-awig). Generasi muda Senaru pun turut berperan aktif menjaga warisan ini, meski mereka kini bekerja sebagai pemandu wisata profesional.

Melalui KKL ini, mahasiswa Arsitektur UMS diharapkan tidak hanya menguasai teknik konstruksi, tetapi juga memiliki kepekaan analitis dalam membaca relasi antara desain, lingkungan, dan kebutuhan manusia. Pengalaman lapangan ini menjadi bekal berharga untuk merumuskan arsitektur masa depan Indonesia yang berakar pada nilai-nilai lokal.

Kontributor: Fika | Humas
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/