Mencari Dai Digital: 50 Peserta Lolos Audisi Pildamas Season 2 AMM Banyumas

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO — Semangat dakwah generasi muda di wilayah Eks-Karesidenan Banyumas kembali membara. Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Banyumas berkolaborasi dengan Satelit TV sukses menggelar audisi Pildamas (Pemilihan Dai Muda) Season 2 di Aula SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, 15–16 Februari 2026.
Mengusung tema “Mencetak Generasi Dai yang Berakhlakul Karimah, Cerdas, dan Kreatif di Era Digital”, ajang ini diikuti oleh 63 peserta dari lima kabupaten: Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap, dan Brebes.
Ketua Panitia, Rizky Z Nisa, menegaskan bahwa fokus Pildamas tahun ini adalah melahirkan dai yang mampu mengemas pesan agama secara inovatif di platform digital. Hal senada diungkapkan Ketua Majelis Tabligh PDM Banyumas, KH. M. Sugeng, S.Ag., M.Pd. “Dai muda harus memiliki kedalaman ilmu dan keluhuran akhlak. Di era digital, mereka harus mampu menghadirkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin melalui konten-konten yang bijak,” tutur KH. Sugeng.
Setelah melalui penilaian ketat dari dewan juri yang kompeten, sebanyak 50 peserta dinyatakan lolos ke babak penyisihan. Salah satu juri, Ustadz Ki Dalang Imam Suyanto, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa 50 peserta tersebut terpilih berdasarkan substansi materi, retorika, hingga penguasaan dalil.
“Sebanyak 50 peserta terbaik akan melanjutkan kompetisi di babak penyisihan pada 22–26 Februari 2026 mendatang di Aula Abu Daldiri PDM Banyumas,” jelasnya.
Capaian membanggakan juga diraih oleh Pesantren Modern MBS Bumiayu Brebes yang berhasil meloloskan empat santrinya. Mudir MBS Bumiayu, Kyai Utsman Arif Fatkha, Lc., M.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya. “InsyaAllah santri kami akan tampil lebih prima dan energik di babak penyisihan guna menciptakan kader mubaligh yang tangguh dan mumpuni,” ungkapnya optimis.
Pildamas Season 2 membuktikan bahwa estafet dakwah Muhammadiyah terus berjalan, melahirkan harapan baru bagi masa depan syiar Islam yang mencerahkan di tanah Banyumas dan sekitarnya.
Kontributor: Tarqum Aziz | Humas
Editor: Al-Afasy



