Terobosan KMM Jateng: Lindungi Mubaligh dengan BPJS dan Luncurkan Program Dai Zakat

PWMJATENG.COM, KENDAL — Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Jawa Tengah secara resmi meluncurkan tiga program strategis: Program Mubaligh Penerima BPJS, Kartu Anggota KMM, dan Dai Zakat. Peluncuran ini dilakukan dalam rangkaian Rapat Kerja KMM Jateng di Gedung DPRD Kabupaten Kendal, Ahad (15/2).
Langkah ini diambil sebagai ikhtiar organisasi untuk meningkatkan kesejahteraan, perlindungan sosial, serta efektivitas dakwah para mubaligh di wilayah Jawa Tengah. Program BPJS Mubaligh secara khusus menyasar para dai yang belum memiliki jaminan sosial agar mendapatkan perlindungan dalam menjalankan tugas dakwahnya.
Ketua KMM Jawa Tengah, Muhammad Aliun, M.Pd.I., menegaskan bahwa ketiga program ini adalah wujud nyata dakwah berkemajuan. “Kami ingin memastikan mubaligh mendapatkan perhatian serius dari sisi kesejahteraan dan penguatan peran sosialnya melalui database anggota yang terintegrasi,” ujarnya.
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, H. Dodok Sartono, S.E., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, penguatan mubaligh harus bersifat menyeluruh, mencakup kapasitas keilmuan hingga kesejahteraan ekonomi.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Sekretaris I Lazismu Jawa Tengah, Ir. Akhmad Zaeni, M.M., menyoroti pentingnya program Dai Zakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan literasi zakat masyarakat melalui dakwah yang solutif. “Sinergi KMM dan Lazismu akan mendorong pengelolaan zakat yang lebih amanah dan berdampak nyata bagi umat,” ungkapnya.
Dengan peluncuran program-program unggulan ini, KMM Jawa Tengah optimistis dapat memperkuat peran strategis mubaligh sebagai garda terdepan Muhammadiyah dalam membangun jamaah dan jamiyah yang lebih tangguh di masa depan.
Kontributor: Satrya Zidni Prasetyo | Humas
Editor: Al-Afasy



