Lawan Krisis Ekologi Indonesia 2026, PWNA Jateng Luncurkan Gerakan Ibu Jaga Bumi

PWMJATENG.COM, Semarang (07/02/2026) — Menghadapi ancaman krisis ekologi Indonesia 2026 yang kian nyata, PWNA Jawa Tengah meluncurkan gerakan Ibu Jaga Bumi. Inisiatif ini menekankan pentingnya peran perempuan dalam perubahan iklim melalui aksi nyata di tingkat keluarga.
Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah meresmikan gerakan tersebut dalam forum Musyawarah Kerja Wilayah II (Musykerwil II Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah). Melalui agenda ini, organisasi merefleksikan persoalan kemanusiaan yang semakin kompleks akibat kerusakan alam.
Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia, M.Pd, menjelaskan bahwa krisis lingkungan bukan sekadar masalah teknis. Menurutnya, bencana ekologis seperti banjir dan kekeringan saat ini sudah menyentuh level yang mengkhawatirkan bagi ketahanan keluarga.
“Kami menggagas Ibu Jaga Bumi PWNA Jateng karena gelisah melihat dampak krisis ekologi Indonesia 2026. Perempuan memiliki posisi strategis untuk membangun kesadaran lingkungan dari dalam rumah,” ungkap Monica dalam sambutannya.
Selain itu, PWNA Jawa Tengah mendorong para kader untuk mempraktikkan gerakan ramah lingkungan rumah tangga. Aksi konkret ini meliputi pengelolaan sampah mandiri, penghematan energi, hingga edukasi ekologis di tingkat komunitas. Monica menegaskan bahwa nilai kepedulian terhadap bumi harus segera diwariskan kepada generasi mendatang.
Selaras dengan hal tersebut, anggota DPD RI, Casytha Kathmandu, memberikan dukungannya. Ia menilai bahwa perempuan harus mendapatkan ruang partisipasi yang luas dalam pengambilan kebijakan lingkungan.
“Perempuan merupakan penggerak perubahan yang sangat nyata. Saat mereka memiliki kapasitas memadai, mereka mampu menjawab tantangan krisis ekologi Indonesia 2026 secara lebih efektif dan kontekstual,” jelas Casytha.
Sebagai penutup, Musykerwil II ini memantapkan komitmen organisasi untuk menjaga keseimbangan alam. PWNA Jawa Tengah berharap gerakan Ibu Jaga Bumi menjadi ikhtiar jangka panjang yang membawa manfaat luas bagi lingkungan dan kesejahteraan keluarga di masa depan.
Editor: Al-Afasy



