Pengajian Hari Bermuhammadiyah ke-7 Jepara Resmikan Gerakan Wakaf RS Aisyiyah Siti Walidah

PWMJATENG.COM, Jepara — Pengajian Hari Bermuhammadiyah ke-7 Kabupaten Jepara dirangkaikan dengan pembukaan Gerakan Wakaf Uang Pembangunan Rumah Sakit (RS) Aisyiyah Siti Walidah, Sabtu (3/1/2026), di Gedung Wanita Kabupaten Jepara. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan dakwah sosial Muhammadiyah melalui gerakan wakaf berjamaah.
Pengajian akbar tersebut dihadiri Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Kehadiran tokoh nasional Muhammadiyah ini menambah kekhidmatan sekaligus mempertegas sinergi dakwah, pendidikan, dan pembangunan sosial.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, Kyai Fachrurrozi, menyampaikan bahwa pengajian ini menjadi bagian dari gerakan wakaf berjamaah untuk pembangunan RS Aisyiyah Siti Walidah. Menurutnya, sekitar 3.000 jamaah tetap memadati lokasi meski hujan mengguyur sejak pagi.
“Ini bukti semangat kebangkitan Muhammadiyah di Jepara. Hujan tidak menghalangi komitmen warga persyarikatan untuk hadir dan berkontribusi,” ujarnya.
Ia menegaskan, wakaf merupakan budaya Muhammadiyah sebagai amal jariah kolektif yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. RS Aisyiyah Siti Walidah dirancang sebagai rumah sakit dengan layanan premium dan mutu pelayanan kesehatan yang unggul.
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Jepara, Umi Kulsum, menjelaskan bahwa pembangunan rumah sakit baru dilakukan karena keterbatasan pengembangan RS PKU Aisyiyah yang sudah ada. Selain itu, kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Jepara terus meningkat.
“Fokus kami bukan sekadar memperluas bangunan, tetapi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.
Dalam tausiyahnya, Prof. Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pengajian ini masih berada dalam suasana Milad Muhammadiyah ke-113 dengan tema Mencerahkan Kesejahteraan Bangsa. Ia menyebut tema tersebut sebagai manifestasi nilai-nilai Al-Qur’an tentang kesejahteraan dunia dan akhirat.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran Muhammadiyah Jepara dalam menyalurkan dana revitalisasi pendidikan senilai sekitar Rp92 miliar, bagian dari anggaran nasional sebesar Rp16,9 triliun.
Menurutnya, bangsa yang kuat adalah bangsa yang beriman, berilmu, dan sehat. Karena itu, Muhammadiyah sejak awal konsisten mengembangkan lembaga pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi peradaban.
“Tidak heran jika Muhammadiyah identik dengan sekolah dan rumah sakit. Sekitar 10 persen sekolah swasta di Indonesia dikelola oleh Muhammadiyah,” ungkapnya.
Menutup tausiyah, Prof. Mu’ti menegaskan bahwa wakaf dan infak pembangunan rumah sakit merupakan investasi dunia dan akhirat. Di dunia, wakaf melahirkan masyarakat yang sehat dan kuat, sementara di akhirat menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir.
Kontributor: Dina Setyaningsih – MPI PDM Jepara
Editor: Al-Afasy



