Muhammadiyah Jateng Gelar Bimtek SIM SatuMu, Percepat Transformasi Digital Persyarikatan

PWMJATENG.COM, Surakarta — Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern di Indonesia terus menunjukkan sikap adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Salah satu wujud komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Manajemen (SIM) SatuMu oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, yang dilaksanakan di Ruang Meeting Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ahad (4/1/2026).
SIM SatuMu merupakan platform digital terpadu berbasis website yang mendukung tata kelola Persyarikatan Muhammadiyah dalam satu sistem data bernama Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM). Melalui platform ini, berbagai layanan organisasi diintegrasikan, mulai dari data keanggotaan, struktur pimpinan, hingga sistem iuran dan layanan pendukung lainnya.

Pimpinan UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, S.Pd., M.Hum., dalam sambutan selamat datangnya menegaskan dukungan penuh UMS terhadap upaya modernisasi persyarikatan melalui SatuMu.
“UMS merupakan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang InsyaAllah memiliki komitmen besar dan berkelanjutan untuk mendukung program-program persyarikatan, termasuk transformasi digital Muhammadiyah,” ungkapnya.
Bimtek ini turut dihadiri Ketua PWM Jawa Tengah Dr. KH. Tafsir, M.Ag., beserta Wakil Ketua PWM Drs. H. Wahyudi, M.Pd. Dalam sambutannya, Ketua PWM Jateng menjelaskan bahwa hasil Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta menegaskan perlunya Muhammadiyah melakukan pembaruan organisasi seiring dengan perkembangan transformasi digital.
“Muhammadiyah adalah civil society, tetapi juga merupakan badan hukum. Oleh karena itu, pada batas tertentu kita melakukan desentralisasi, namun tetap dalam satu sistem yang terintegrasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, program SatuMu menjadi instrumen penting untuk mempercepat digitalisasi tata kelola organisasi, sekaligus menjawab tantangan kompleksitas pengelolaan Muhammadiyah yang terus berkembang, tanpa meninggalkan karakter dan nilai persyarikatan.
Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Tengah serta pengurus Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR). Melalui sistem DOM, seluruh unsur dan entitas organisasi Muhammadiyah dikelola dalam satu ruang kolaboratif yang terintegrasi dan berbasis data.
Dalam mendukung keberhasilan implementasi SatuMu, Muhammadiyah juga menggandeng mitra perbankan syariah. Direktur Bank Danamon Syariah dan Sustainability Finance, Herry Hykmanto, menyampaikan kesiapan Bank Danamon Syariah untuk mendukung sistem keuangan Muhammadiyah berbasis digital.
“Bank Danamon merupakan bagian dari jaringan global MUFG dengan cabang di lebih dari 150 negara dan 850 cabang di Indonesia. InsyaAllah kami siap mendukung Muhammadiyah,” ujarnya.
Herry menambahkan bahwa Bank Danamon Syariah menyediakan layanan perbankan syariah bersertifikat dengan kemudahan akses digital tanpa biaya tambahan. Selain itu, Bank Danamon juga menyiapkan community officer yang secara khusus ditugaskan untuk mendampingi warga dan pimpinan Muhammadiyah apabila mengalami kendala teknis.
Untuk memastikan transformasi digital berjalan sesuai tujuan, Bimtek ini dilengkapi sesi edukatif melalui keynote speech Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Muchlas, M.T., yang memaparkan Ekosistem Layanan Digital Persyarikatan.

Ia menjelaskan sembilan pilar transformasi digital Muhammadiyah, meliputi: identitas digital, digitalisasi proses bisnis organisasi, keamanan siber, keterbukaan dan kemudahan akses, partisipasi warga dan masyarakat luas, keberlanjutan, inklusivitas, dashboard dinamis berbasis data real-time, serta pengambilan keputusan berbasis data dan kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, transformasi digital tidak sekadar menyangkut penggunaan teknologi, tetapi juga menuntut perubahan budaya organisasi.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penginputan data DOM, simulasi alur pendaftaran e-KTAM, serta ditutup dengan sesi pembinaan mitra oleh Bank Danamon Syariah.
Kontributor: Roselia/Humas
Editor: Al-Afasy



