Ijabah: Cara Pemuda Muhammadiyah Banyumas Olah Jelantah

PWMJATENG.COM, Banyumas — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyumas menegaskan komitmennya dalam dakwah ekonomi melalui program Ijabah (Inisiasi Jelantah Berkah). Dalam rapat khusus yang digelar di Café Kupi Angkasa, Selasa (6/1), ditegaskan bahwa Ijabah bukan sekadar unit bisnis, melainkan wujud nyata dakwah yang bekerja dan berdampak bagi umat.
Ijabah lahir sebagai respons terhadap persoalan pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah secara sembarangan. Melalui sistem yang terorganisasi, limbah minyak goreng dikumpulkan dan dikelola untuk memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian air dan tanah di wilayah Banyumas.
Ketua PDPM Banyumas, Subhan Purno Aji, S.IP., M.A., menyatakan bahwa Ijabah adalah ruang kaderisasi ekonomi. “Kader dilatih mengelola amanah dan disiplin sistem agar kemandirian ekonomi dapat menopang gerakan sosial Pemuda Muhammadiyah,” tegasnya.
Program yang telah diluncurkan sejak November 2025 ini memperkuat ekosistem usaha PDPM Banyumas lainnya, seperti Café Kupi Angkasa dan BMT Cahaya Semesta. Bendahara PDPM Banyumas, Ricky Giantoro, menambahkan bahwa keberhasilan program ini bertumpu pada manajemen keuangan yang tertib dan transparan.
Arief Sitegar selaku Ketua Bidang Ekonomi menekankan pentingnya keterlibatan seluruh komponen persyarikatan, mulai dari PCM hingga Ortom, untuk memperluas jangkauan manfaat Ijabah. Dengan penerapan SOP yang jelas dan strategi pemasaran terukur, program ini diharapkan menjadi pilar kemandirian kader.
Melalui Ijabah, Pemuda Muhammadiyah Banyumas membuktikan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan di atas mimbar, tetapi juga hadir melalui solusi konkret atas permasalahan lingkungan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.



