Baitul Arqam Pimpinan UMS Digelar di Ranting Krakitan Klaten, Perkuat Ideologi dan Kedekatan Jamaah

PWMJATENG.COM, KLATEN – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan menggelar Baitul Arqam Pimpinan pada 7–10 Januari 2026 yang dipusatkan di MTs Muhammadiyah PK Bayat, di bawah naungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Krakitan, Kabupaten Klaten.
Pemilihan lokasi di tingkat ranting ini menjadi langkah strategis UMS dalam mendekatkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dengan basis jamaah di akar rumput.
Koordinator kegiatan dari UMS yang juga Kepala Bidang Kaderisasi, Pembinaan Ortom, dan Beasiswa Kader LP3A UMS, Azizah Fatmawati, M.Cs., S.T., menjelaskan bahwa pelaksanaan Baitul Arqam di tingkat ranting merupakan kelanjutan dari ikhtiar UMS memperkuat kaderisasi berbasis jamaah.
“Selama dua tahun terakhir, Baitul Arqam dosen dan tenaga kependidikan sudah mulai dilaksanakan di cabang dan ranting. Pada periode ini kami mengusulkan agar Baitul Arqam pimpinan juga digelar di ranting. Alhamdulillah disetujui oleh BPH, sehingga kami memilih Ranting Krakitan di Klaten yang juga memperoleh nominasi award dari LPCR,” ujarnya, Senin (5/1).

Azizah mengungkapkan, survei lokasi telah dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa alternatif, termasuk SMK Muhammadiyah 2 Jatinom. Namun, aspek aksesibilitas dan kenyamanan peserta menjadi pertimbangan utama, mengingat mayoritas peserta berusia di atas 45 tahun.
“Fasilitas aula di lantai atas dinilai kurang ramah bagi peserta. Di MTs Muhammadiyah PK Bayat, fasilitas lebih representatif dan mudah diakses,” jelasnya.
Hasil survei menunjukkan bahwa MTs Muhammadiyah PK Bayat memiliki aula utama, masjid yang memadai, ruang sekretariat, ruang transit pemateri, serta ruang kelas yang akan difungsikan sebagai tempat istirahat peserta dan panitia.
Sebanyak 51 pimpinan UMS dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Sementara kehadiran pimpinan Badan Pembina Harian (BPH) UMS bersifat tentatif, meskipun sejumlah pimpinan BPH telah terjadwal sebagai pemateri dalam sesi penguatan ideologi dan kepribadian Muhammadiyah.
Secara teknis, pelaksanaan kegiatan ini dikelola oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dengan LP3A UMS bertindak sebagai panitia pelaksana di tingkat kampus dan bertanggung jawab langsung kepada Wakil Rektor III UMS.
Azizah menambahkan, pelaksanaan Baitul Arqam Pimpinan di tingkat ranting diharapkan menjadi ruang kolaborasi nyata antara UMS dan struktur Muhammadiyah di tingkat bawah. Hal ini sejalan dengan program One Dosen One AUM yang terus digelorakan UMS.
Koordinator tuan rumah dari PRM Krakitan, Agus Wibawanta, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan lokasi secara maksimal melalui kerja bakti bersama Kokam dan warga persyarikatan.
“Hingga saat ini, kesiapan lokasi sudah mencapai sekitar 90 persen,” ujarnya.
Selain aula dan ruang kelas, panitia lokal juga menyiapkan ruang panitia, ruang makan, ruang transit pemateri, serta delapan toilet. Untuk kegiatan ibadah, peserta akan memanfaatkan Masjid Agung At-Taqwa yang berjarak sekitar 50–100 meter dari lokasi kegiatan.
Menurut Agus, pelaksanaan Baitul Arqam Pimpinan di lingkungan ranting menghadirkan suasana berbeda dibanding pelaksanaan sebelumnya yang banyak digelar di hotel atau kawasan wisata.
“Suasana ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus menghadirkan kembali semangat kaderisasi Muhammadiyah yang lebih membumi,” pungkasnya.
Kontributor: Yusuf/Humas
Editor: Al-Afasy



