Berita

Upaya Posisikan Perempuan Sebagai Subjek Perubahan PWNA Jateng Gelar Musykerwil

PWMJATENG.COM, Cilongok – Pimpinan Wilayah Nasiyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah menggelar Musywarah Kerja Wilayah (Musyerwil) XIII pada hari Sabtu-Senin (22-24/12/2018) yang bertempat di Pondok Pesantren Modern Putri Zam Zam Cilongok Banyumas.

Adapun peserta Musykerwil tersebut diikuti oleh  185 orang yang berasal dari PWNA Jateng, 35 Pimpinan Daerah Nasyiatu ‘Aisyiyah se Jawa Tengah, Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan peninjau yang diundang oleh PWNA Jateng.

Musyawarah Kerja Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah Ke XIII ini bertajuk “Ideologisasi, Advokasi dan Pemberdayaan” berupaya memposisikan perempuan sebagai subjek perubahan. Sebagai agen perubahan, Nasyiah tidak hanya mampu memberikan pencerahan, tetapi harus menjadi uswatun hasanah.

Turut hadir dalam pembukaan Musykerwil ke XIII PWNA Jateng Ketua PPNA , Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais, Ketua PWM Jawa Tengah , Ketua PDM Banyumas, PWA Jawa Tengah, serta Organisasi Otonom Muhammadiyah tingkat Wilayah dan daerah.

Ketua PWNA Jawa Tengah Siti Zuhriyatun Nurohmah, S.Pd menyampaikan bahwa tujuan diadakannya Musykerwil ini yaitu pertama untuk mengetahui laporan pertanggungjawaban dan evaluasi kinerja PWNA periode Muktamar XIII 2016-2020 pada tengah periode pertama. Konsolidasi organisasi untuk menyelesaikan masalah-masalah mendesak dan issue-issue strategis yang perlu disikapi oleh Nasyiatul Aisyiyah, serta merumuskan issue-issue strategis untuk Musyawarah Wilayah periode Muktamar XIV 2020-2024.

ketum ppna
Ketua PPNA Dyah Puspita Rini sedang menyampaikan sambutannya dihadapan para peserta Musykerwil

Sementara itu Ketua Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah Dyah Puspita Rini, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya mengucapkan selamat mengikuti Musykerwil PWNA Jateng kepada para peserta yang hadir. Pada kesempatan tersebut Dyah Puspita Rini juga meluruskan tentang sejarah lahirnya hari ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember.

“Dulu tahun 1928 tepatnya pada tanggal 22 Desember di Jakarta dilangsungkan Kongres Wanita Pertama dimana salah satu penggagasnya adalah kader-kader terbaik ‘Aisyiyah yaitu Siti Munjiyah dan Siti Hayinah. Saat itu tema yang digulirkan tentang harkat dan martabat perempuan,” jelasnya.

Lebih lanjut Dyah menambahkan bahwa pada saat itu perempuan di Indonesia belum mendapatkan kesempatan dalam pendidikan, pemahaman tentang keagamaan serta pemahaman perempuan harus memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara.

“Harapannya Kader Nasyiatul ‘Aisyiyah siap menghadapi satu Abad, salah satu indikator Nasyiatul ‘Aisyiyah siap menghadapi satu abad adalah internasionalisasi Nasyiatul ‘Aisyiyah. Nasyiatul ‘Aisyiyah harus mampu berbicara dan melakukan upayanya tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri,” tutupnya.

Acara pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah dibuka secara langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir M.Ag.

Pada kesempatan tersebut Ketua PWM Jateng menjadi Keynote Speech dengan materi Gerakan Perempuan Muda : Ideologisasi, Advokasi dan Pemberdayaan, sementara Dr. Ahmad Dahlan Rais, M.Hum menyampaikan materi Pendidikan Politik Perempuan : Implikasi Peta Politik Indonesia terhadap Perempuan dan Anak. (Noer)

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE