Dorong Kemandirian Ekonomi Guru PAUD Non-Sertifikasi, Lazismu Pekalongan Gelar Pelatihan Budidaya Ayam Elba
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan menggelar pelatihan budidaya ayam elba guru PAUD guna memperkuat taraf hidup para pendidik non-sertifikasi. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (31/10/2026) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kajen ini menjadi langkah awal penyaluran zakat produktif bagi sepuluh pasang keluarga pendidik di wilayah Pekalongan.
Solusi Harian untuk Kesejahteraan Pendidik
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekalongan, M. Ali Sofyan, menegaskan bahwa jajarannya sengaja merancang program budidaya ayam elba guru PAUD sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian para pendidik usia dini. Lazismu ingin bantuan produktif ini menghadirkan dampak finansial yang nyata, berkelanjutan, serta mampu menopang kebutuhan dapur keluarga penerima manfaat.
Pemberdayaan sektor peternakan ini menjadi salah satu dari empat pilar program unggulan Lazismu Pekalongan sepanjang tahun 2026. Selain fokus memperkuat kemandirian ekonomi guru PAUD, lembaga ini juga menjalankan program UMKM el chicken, bedah rumah warga di Kedungwuni, serta pemberian beasiswa pendidikan bagi para pendidik yang belum mengantongi ijazah linier.
Skema Zakat Produktif dan Target Pemasukan Harian
Manager Lazismu Pekalongan, Sutiknyo, menjelaskan bahwa perubahan skema penyaluran ini merupakan hasil evaluasi program terdahulu. Pihaknya menggeser model santunan tahunan sebesar Rp250.000 menjadi bantuan modal produktif agar para pendidik bisa mengantongi pundi-pundi rupiah setiap hari secara mandiri.
Melalui program ini, Lazismu membagikan 10 ekor ayam kampung petelur elba kondisi siap bertelur lengkap dengan bantuan kandang serta suplai pakan awal. Dengan populasi sepuluh ekor per mitra, setiap guru non-sertifikasi berpotensi memanen 8 hingga 9 butir telur per hari yang setara dengan pemasukan harian sekitar Rp50.000.
Pendampingan Ketat dan Pembekalan Pakan Alternatif
Pihak manajemen memastikan tidak lepas tangan begitu saja setelah menyerahkan paket bantuan peternakan tersebut. Pengelola menerapkan sistem pemantauan terpadu melalui formulir laporan harian dan bulanan agar perkembangan usaha para peserta dapat terukur secara berkala.
Para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan teknis dengan antusias. Sri Mulyati, guru TK ABA Kedungpatangewu, menyampaikan rasa terima kasihnya karena memperoleh ilmu serta motivasi langsung dari Ketua Jamaah Tani dan Ternak Muhammadiyah (Jatam) Pekalongan, H. Safrudin. Selain itu, para pendidik juga mendapat pembekalan formulasi pakan alternatif memanfaatkan sampah organik dari Fungsional Medik Veteriner DKPP Kabupaten Pekalongan, drh. Mu’tasim Billah, serta Tim Konservasi Forestry.
Kontributor: Nanang
Editor: Akmal



