Akselerasi Inovasi Berkelanjutan dan Kewirausahaan, UKM PRISMA UMS Gelar Seminar Nasional PENA 8.0
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Isu lulusan sarjana sulit dapat kerja menjadi sorotan utama dalam Seminar Nasional Pekan Ilmiah dan Penalaran Mahasiswa (PENA) 8.0 yang dihelat oleh UKM PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Surakarta.
Agenda akbar bertema “Youth-Driven Sustainability” ini bertujuan mendorong mahasiswa melahirkan inovasi berkelanjutan serta jiwa kewirausahaan berbasis SDGs. Langkah strategis tersebut sejalan dengan pilar Asta Cita Indonesia Emas 2045 untuk mencetak generasi muda berdaya saing global.
Ketua Pelaksana PENA 8.0, Wendy Yossamodra, menegaskan bahwa forum ilmiah ini hadir sebagai wadah konkret bagi mahasiswa dalam menyalurkan gagasan kreatif. Selanjutnya, Wendy menyebut ide-ide tersebut diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi problematika masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum UKM PRISMA UMS, Muhammad Daffa Luthfi Bahtiar, menilai mahasiswa mengemban posisi krusial sebagai kontrol sosial masyarakat. Oleh sebab itu, kontribusi mahasiswa harus terus berjalan secara konsisten melalui aksi nyata di lapangan.
Dukungan penuh juga datang dari jajaran birokrasi kampus atas suksesnya penyelenggaraan ajang tingkat nasional ini. Pembina UKM PRISMA UMS, Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., memotivasi para peserta agar senantiasa berimprovisasi melahirkan perubahan positif.
Seirama dengan hal tersebut, Direktur DKPTI UMS, Ahmad Kholid Al Ghofari, S.T., M.T., memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran panitia. Ahmad Kholid bangga karena UKM PRISMA UMS tidak hanya aktif mengikuti kompetisi, tetapi juga sukses mendaulat diri sebagai penyelenggara acara berkualitas.
Tantangan Dunia Kerja dan Solusi Skilling Gen Z
Puncak acara seminar menghadirkan Founder & CEO Zypia, Samuel Lie, sebagai narasumber utama. Dalam sesi talkshow interaktif, Samuel melempar pertanyaan provokatif mengenai efektivitas bangku kuliah masa kini.
Samuel memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan adanya jurang pemisah di pasar tenaga kerja. Dari total 2,5 juta lulusan sarjana setiap tahun, dunia kerja hanya mampu menyerap sekitar 1,03 juta orang saja.
Kondisi tersebut membuktikan bahwa fakta lulusan sarjana sulit dapat kerja merupakan tantangan nyata yang wajib dihadapi para mahasiswa sejak dini. Samuel menegaskan bahwa ijazah kampus tidak otomatis menjamin masa depan aman tanpa adanya peningkatan kapasitas diri.
Menghadapi realitas tersebut, mahasiswa perlu meningkatkan peluang kerja lulusan kuliah dengan menguasai high value skill. Pembicara muda ini mengajak Gen Z keluar dari zona nyaman dan bertransformasi menjadi high achievers yang adaptif.
Di samping itu, Samuel membagikan teknik Study Smart Time Management menggunakan Prinsip Pareto. Lewat metode ini, mahasiswa dapat memaksimalkan 80 persen hasil kinerja dengan berfokus pada 20 persen usaha yang paling esensial.
Membangun Mentalitas Wirausaha Muda
Sesi diskusi berlanjut ke topik kewirausahaan, di mana Samuel menggarisbawahi pentingnya mindset tangguh bagi calon pebisnis. Ia berbagi kisah inspiratif saat merintis platform edukasi Zypia hanya berbekal modal nekat dan konsistensi tinggi.
Antusiasme peserta tampak hidup tatkala salah satu mahasiswa, Ardafa, bertanya mengenai efektivitas formula sukses di tengah himpitan ekonomi Gen Z. Menanggapi hal tersebut, Samuel menekankan bahwa kesiapan individu dan perbaikan sistem harus berjalan seirama.
Rangkaian acara PENA 8.0 ini ditutup dengan pesan kuat agar mahasiswa terus mengasah potensi diri dan menghindari zona nyaman. Mahasiswa dituntut menguasai skill bernilai tinggi agar mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan masa depan.
Penulis: Maysali
Editor: Akmal



