Dosen UMS Paparkan Strategi Komunikasi Pariwisata Global di Forum Internasional UTM Malaysia
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Andika Sanjaya, S.I.Kom., M.Si., tampil sebagai pembicara utama dalam forum internasional VLCPIS 2026 di Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Pada kesempatan tersebut, ia memaparkan arah baru komunikasi pariwisata global di tengah pesatnya era digital.
Andika menyampaikan materi bertajuk “Building Paradise 2.0: How Citizens, Code, and Communication are Redefining Global Tourism”. Selain itu, ia menekankan bahwa integrasi teknologi digital, komunikasi publik, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam membentuk identitas destinasi wisata modern.
“Perkembangan pariwisata dunia saat ini memerlukan efektivitas komunikasi. Komunikasi berfungsi merancang identitas destinasi, merangkul warga lokal, sekaligus memanfaatkan kecanggihan teknologi digital,” ujar Andika Sanjaya saat memberikan keterangan pada Selasa (27/10/2026).
Perbandingan Tren Pariwisata Digital dan Peran Warga
Selanjutnya, dalam forum Virtual Language and Communication Postgraduate International Seminar (VLCPIS) 2026 tersebut, Andika membedakan dua pendekatan utama dalam revitalisasi kawasan wisata. Pendekatan pertama mencakup metode bottom-up berbasis inisiatif warga, sedangkan pendekatan kedua mencakup metode top-down yang didorong langsung oleh pemerintah.
Sebagai contoh inisiatif warga, ia mengulas keberhasilan Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang yang digagas mahasiswa komunikasi pada 2016. Sebaliknya, Pemerintah Kota Semarang menggagas penataan Kampung Pelangi pada 2017 sebagai contoh nyata pendekatan top-down.
Kedua modalitas tersebut membuktikan bahwa strategi komunikasi pariwisata global menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Sinergi ini mengubah pemukiman padat penduduk menjadi destinasi unggulan yang diminati wisatawan mancanegara.
Pendampingan Desa Wisata di Lereng Merbabu
Tidak hanya mengulas teori, akademisi UMS ini membagikan pengalaman nyata saat mendampingi penguatan komunikasi pariwisata global di Desa Wisata Kembangkuning, lereng Gunung Merbabu. Tim riset UMS mendampingi warga lokal mengelola homestay secara profesional dan mengemas wisata kuliner khas daerah.
Langkah pendampingan tersebut memperkuat pelestarian budaya lokal melalui pembentukan Kampung Edukasi Durensari. Pola pengelolaan desa wisata berbasis edukasi ini menjadi model percontohan pariwisata berkelanjutan yang menarik minat para peneliti internasional dalam seminar internasional UTM 2026.
Forum ilmiah bergengsi ini mempertemukan ratusan akademisi, peneliti, serta mahasiswa pascasarjana dari berbagai negara. Peserta yang hadir meliputi delegasi Malaysia, Indonesia, Tiongkok, Afghanistan, Irak, Bangladesh, hingga Pakistan.
Respons Perkembangan Teknologi dan Akademik Global
Dekan Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSH) UTM, Prof. Dr. Arieff Salleh Rosman, membuka acara secara resmi setelah sambutan Ketua Language Academy UTM, Assoc. Prof. Dr. Abd Rahim Hj. Salam. Forum ini juga menghadirkan pembicara pakar lain, seperti Prof. Dr. Krisda Chaemsaithong dari Hanyang University Korea Selatan dan Dr. Ermi Ruziyana Md Nordin dari UTM.
Direktur Acara VLCPIS 2026, Dr. Intan Norjahan Azman, menegaskan pentingnya sikap kritis peneliti muda terhadap perkembangan artificial intelligence (AI). Penguasaan teknologi digital memperkuat kualitas publikasi ilmiah dan riset komunikasi pariwisata global di masa depan.
Melalui partisipasi aktif ini, UMS memperkuat posisinya di kancah pendidikan tinggi dunia. Kontribusi akademisi dalam kegiatan internasional membuktikan komitmen perguruan tinggi Indonesia dalam memajukan tren pariwisata digital secara global.
Kontributor: Yusuf
Editor: Akmal



