Refleksi Hari Jadi ke-68 UMS, Haedar Nashir Ajak Seluruh PTMA Terus Melahirkan Inovasi
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., menyampaikan amanat strategis dalam momentum Refleksi Hari Jadi ke-68 UMS di Gedung KH Ahmad Dahlan Edutorium UMS, Sabtu (24/10/2026). Di hadapan ribuan peserta Sidang Senat Terbuka, beliau mengajak seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah & ‘Aisyiyah (PTMA) untuk terus melahirkan inovasi demi membangun peradaban bangsa.
Haedar menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika Muhammadiyah perlu melakukan refleksi mendalam terhadap identitas dan jati diri institusi. Menurutnya, kesadaran akan nilai dasar menjadi kunci utama dalam memajukan lembaga pendidikan.
“Jadi UMS dan Muhammadiyah itu harus selalu bertanya: ‘Kami ini siapa? Dan mau berbuat apa dengan karakter yang kami miliki?'” tegas Haedar.
Beliau menjelaskan, Muhammadiyah memiliki karakter kuat sebagai gerakan yang menjadikan Islam sebagai agama peradaban dan pembawa kemajuan. Semangat inilah yang wajib melandasi pengelolaan UMS dan seluruh PTMA di Indonesia.
“Spirit membangun peradaban, spirit membangun kemajuan, spirit yang selalu melahirkan etos kemajuan, itulah yang membuat kita maju,” tambah Haedar.
Capaian Renstra UMS Tembus 113,3 Persen
Semangat kemajuan dalam Refleksi Hari Jadi ke-68 UMS ini tercermin nyata dari laporan Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Beliau memaparkan bahwa ketercapaian indikator Rencana Strategis (Renstra) UMS tahun akademik 2025/2026 mencapai rata-rata 113,3 persen dari target awal.
Dari total 111 indikator kinerja Renstra, sebanyak 109 indikator atau 98,2 persen telah memiliki data realisasi terukur. Sebanyak 66 indikator berhasil mencapai atau melampaui target, sementara 15 indikator lainnya hampir memenuhi sasaran.
Pilar Transformasi Perencanaan dan Sistem Mutu UMS mencatat ketercapaian tertinggi sebesar 153,6 persen melalui integrasi data dan penjaminan mutu berkelanjutan. Sementara pilar Transformasi Tata Kelola Sarana Prasarana dan Keuangan mencatat angka 82,6 persen yang akan menjadi fokus pembenahan ke depan.
“Mohon doanya, mudah-mudahan UMS dapat tumbuh berbasis mutu, netes-netes, berkemajuan, dan berkelanjutan,” ujar Harun.
Harun menambahkan, UMS saat ini menampung lebih dari 31.000 mahasiswa aktif dari 436 kabupaten dan kota. Sebanyak 25,8 persen mahasiswa berasal dari luar Jawa Tengah dan 10,4 persen dari luar Pulau Jawa. Selain itu, angka registrasi mahasiswa baru mencapai sekitar 30 persen dari total pendaftar.
Guna menyongsong tahun 2029, UMS memperkuat riset, pengabdian masyarakat, publikasi berdampak, serta hilirisasi produk inovasi. Langkah ini bertujuan agar lulusan UMS tidak sekadar bekerja, tetapi memiliki daya inovasi dan jiwa wirausaha.
Lulusan Siap “Plug and Play” di Dunia Kerja
Apresiasi atas capaian tersebut datang dari Kepala LLDIKTI Wilayah VI Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. Ia menilai upaya UMS sejalan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).
Aisyah menyebutkan bahwa sekitar 75 persen program studi di UMS telah meraih predikat Unggul. Menurutnya, orientasi pendidikan tinggi saat ini telah bergeser dari konsep link and match menuju plug and play.
“Kita mengawal para lulusan supaya terserap dan bisa langsung bekerja kepada DUDIKA. Sekarang bukan lagi Link and Match, tetapi Plug and Play,” ungkap Aisyah.
Dorongan Tradisi Intelektual dan Peradaban Biru
Momen Refleksi Hari Jadi ke-68 UMS ini juga mendapat sorotan dari alumni yang kini menjabat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. Ia mengagumi tradisi keilmuan UMS yang ditopang budaya akademik kokoh serta kepemimpinan yang inklusif.
“Perkembangan UMS yang luar biasa sampai hari ini lahir karena tradisi intelektual yang kuat, budaya akademik yang kokoh, serta kepemimpinan kampus yang inklusif dan terbuka,” puji Fajar.
Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., mengajak UMS dan Muhammadiyah berkontribusi dalam membangun peradaban biru Indonesia melalui pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan.
“Peradaban biru yang berkelanjutan adalah kerja bersama antara negara, kampus, persyarikatan Muhammadiyah, dan masyarakat pesisir,” papar Irwan.
Melalui perayaan Refleksi Hari Jadi ke-68 UMS bertema “Meneguhkan Sinergi, Menebarkan Kebermanfaatan, dan Menguatkan Peradaban” ini, seluruh pihak berharap UMS terus konsisten melahirkan karya inovatif dan mencetak SDM unggul bagi masa depan Indonesia.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



