Berita

Peringati Hari Santri 2026, LDK Rohis SMK Kesehatan Mandala Bhakti Bentuk Karakter Pemimpin Muda

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, pengurus Kerohanian Islam (Rohis) memperingati Hari Santri 2026 melalui kegiatan yang inspiratif. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Mandala Bhakti Surakarta menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di masjid sekolah pada Jumat malam (23/10/2026).

Acara bernuansa keagamaan ini menghadirkan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko. Dalam paparan materinya, sosok yang juga Anggota Majelis Pembinaan Kader PDM Kota Solo tersebut mengutip pepatah Arab Syubbanul yaum rijalul ghad. Pepatah populer ini menegaskan bahwa pemuda hari ini merupakan pemimpin masa depan.

Acara resmi tersebut dihadiri oleh Moh Tobroni mewakili Kepala SMK Kesehatan Mandala Bhakti Solo, Ifwa Mas’udah, serta Pembina Rohis Bambang. Kehadiran jajaran pimpinan sekolah ini makin menegaskan komitmen lembaga dalam mencetak generasi muda berakhlak mulia.

Empat Karakter Rasulullah untuk Pemimpin Modern

Dalam momentum peringatan Hari Santri 2026 ini, Ustaz Dwi Jatmiko menekankan pentingnya meneladani empat sifat utama Rasulullah SAW. Keempat karakter kunci tersebut mencakup Siddiq (kejujuran), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (kebenaran), dan Fathonah (kecerdasan).

“Momentum ini menjadi sarana menginternalisasi empat karakter Rasulullah sebagai pengejawantahan keteladanan. Hal ini sangat krusial dalam membangun karakter pemimpin, khususnya bagi peserta LDK Rohis SMK Kesehatan Mandala Bhakti,” ujar Jatmiko tegas.

Selain mengacu pada karakter Rasulullah, Jatmiko mengajak seluruh peserta LDK Rohis SMK Kesehatan Mandala Bhakti untuk memperkuat tiga aset penting. Aset tersebut meliputi kualitas diri (personal asset), modal sosial (social capital), dan jaringan kerja (networking).

Pendakwah tersebut lantas mengingatkan pesan rasul tentang tanggung jawab kepemimpinan. “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya,” jelasnya penuh semangat sambil memegang dada.

Jihad Modern dan Tantangan Literasi Digital

Lebih jauh, Jatmiko menjelaskan bahwa makna jihad santri pada era modern telah bergeser. Saat ini perjuangan tidak lagi mengandalkan fisik, melainkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, keluhuran akhlak, karya nyata, serta kontribusi sosial.

Menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks, para siswa dituntut melawan kebodohan lewat tradisi belajar sepanjang hayat. Selain itu, peserta pelatihan kepemimpinan siswa ini juga harus mengikis kemalasan dengan kedisiplinan serta mengatasi kemerosotan moral melalui keteladanan adab.

“Di tengah derasnya arus informasi digital, para santri dan generasi muda harus mampu menangkal hoaks serta ujaran kebencian melalui tradisi tabayun dan penguatan literasi digital,” urai Jatmiko sambil tersenyum.

Mengutip firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 105, ia menekankan pentingnya bekerja keras dan beramal saleh. Pena, ilmu pengetahuan, teknologi modern, serta akhlakul karimah menjadi senjata utama santri dalam membangun masa depan bangsa.

Menutup sesi motivasi pada kegiatan LDK Rohis SMK Kesehatan Mandala Bhakti, Ustaz Jatmiko mengutip hadis riwayat Tirmidzi. “Barang siapa keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang,” pungkasnya.

Kontributor: Dwi Jatmiko MPd
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pkv gameslk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777Zonawin777Zonawin777situs totoslot gacor