Kokohkan Ideologi Pendidik, Baitul Arqam SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo Resmi Digelar
PWMJATENG.COM, WONOSOBO — Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Wonosobo resmi membuka agenda Baitul Arqam SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo di Hotel Kresna Wonosobo, Jumat (16/10/2026). Langkah strategis ini bertujuan memperkuat ideologi keislaman sekaligus meningkatkan profesionalitas para pendidik.
Sebanyak 77 peserta yang terdiri dari guru dan karyawan antusias mengikuti kegiatan perkaderan tersebut. Kegiatan dua hari ini mengusung tema penguatan ideologi, pembentukan integritas, serta penanaman keteladanan bagi seluruh insan sekolah.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo, Setya Rahmawanto, mengajak seluruh peserta meluruskan niat sejak awal acara. Ia menekankan bahwa keikhlasan menjadi kunci utama dalam menyerap setiap materi perkaderan.
“Bedakan peran kita saat bekerja mencari maisah di Amal Usaha Muhammadiyah dengan peran kita hari ini. Hari ini kita hadir sepenuhnya sebagai kader-kader Muhammadiyah,” tegas Setya di hadapan para peserta.
Setya berharap pelaksanaan Baitul Arqam SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo mampu mencetak pendidik yang solid. Dengan demikian, para guru dapat membimbing siswa menjadi generasi yang disiplin, berintegritas, dan taat aturan.
Ia menambahkan bahwa SMK Mutu Wonosobo telah melewati perjalanan panjang hingga menjadi sekolah kepercayaan persyarikatan dan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas SDM menjadi prioritas utama lembaga.
Menjaga Kualitas Ibadah dan Profesionalitas Guru
Wakil Ketua PDM Bidang MPKSDI, Khanif Rosyadi, menjelaskan bahwa Baitul Arqam merupakan jalur perkaderan utama di lingkungan Muhammadiyah. Selain jalur ini, persyarikatan juga menyelenggarakan berbagai perkaderan fungsional.
Para peserta menerima materi komprehensif mulai dari keislaman, ideologi persyarikatan, hingga praktik ibadah praktis. Khanif secara khusus menyoroti pentingnya kebiasaan salat berjamaah bagi guru dan karyawan.
Menurutnya, kualitas ibadah para pendidik berdampak langsung pada keikhlasan serta tanggung jawab mereka saat mendidik siswa di sekolah.
Sesi pembukaan acara juga menghadirkan Studium General bertajuk “Merawat Ideologi dan Kepribadian Muhammadiyah”. Sekretaris PDM Wonosobo, Firman Cahyadi, hadir sebagai narasumber utama dalam sesi pembekalan tersebut.
Mengokohkan Ideologi dan Kepribadian Kader
Dalam pemaparannya, Firman mengingatkan pentingnya menjaga integritas moral di tengah derasnya perubahan gaya hidup modern. Sikap dan perilaku kader Muhammadiyah, termasuk di ranah publik, selalu menjadi etalase utama yang menentukan reputasi persyarikatan.
Ia menyebutkan bahwa nilai-nilai ideologis seperti Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup (MKCH), Muqaddimah Anggaran Dasar, serta Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) merupakan akar tunggang persyarikatan.
Ideologi yang tancap kuat tersebut akan melahirkan buah manis berupa tatanan masyarakat yang berkemajuan (baldatun thoyyibatun warabbun ghafur).
Melalui kegiatan Baitul Arqam SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo ini, para pendidik diajak untuk senantiasa menanamkan komitmen tauhid, semangat beramal ikhlas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Kontributor: Rudyspramz
Editor: Akmal



