Fiqhun Nisa SD Muhammadiyah PK Banyudono Bekali Siswi Fikih Perempuan dan Adab
PWMJATENG.COM, BOYOLALI – SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan Fiqhun Nisa pada Jumat (16/10/2026). Program Fiqhun Nisa SD Muhammadiyah PK Banyudono ini bertujuan membekali para siswi dengan pemahaman fikih perempuan serta adab Islam sejak dini.
Pihak sekolah membagi materi Fiqhun Nisa SD Muhammadiyah PK Banyudono sesuai tingkatan usia peserta didik. Siswi kelas III dan IV fokus mempelajari adab Islami saat menghadapi kematian. Sementara itu, siswi kelas V dan VI mendalami materi pendidikan fikih perempuan terkait masa haid.
Pemahaman Adab Kematian dan Edukasi Masa Haid Anak
Ustadzah Putri, S.Pd. menyampaikan materi bertema “Meratapi Jenazah” untuk kelas III dan IV. Beliau membimbing para siswi agar memahami tuntunan Islam dalam menyikapi musibah. Melalui pemaparan ini, peserta didik belajar membedakan kesedihan alami dan perilaku meratapi jenazah yang melanggar syariat.
Di ruang terpisah, Ustadz Anggun mendampingi siswi kelas V dan VI untuk membedah materi “Lama Masa Haid”. Edukasi masa haid anak ini menjadi fondasi penting sebelum mereka memasuki masa balig. Selain itu, materi ini membantu siswi menjaga kebersihan diri serta kesucian ibadah sehari-hari.
Pentingnya Adab Islam Sejak Dini di Era Digital
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menegaskan bahwa sekolah terus berkomitmen menguatkan karakter murid. Beliau menyebutkan bahwa penguatan adab Islam sejak dini harus berjalan seiring dengan kemajuan teknologi modern.
“Teknologi boleh berkembang pesat, tetapi adab tetap menjadi yang utama. Kami ingin melahirkan generasi muslimah yang berilmu, berakhlak mulia, dan mandiri,” ujar Pujiono.
Oleh karena itu, kegiatan Fiqhun Nisa SD Muhammadiyah PK Banyudono akan terus hadir sebagai agenda rutin sekolah. Langkah ini diharapkan mampu membentuk siswi SD Muhammadiyah Boyolali tersebut menjadi muslimah yang siap menghadapi perkembangan zaman.
Kontributor: Pujiono
Editor: Akmal



