Perkuat Literasi dan Numerasi Siswa, SMP Muhammadiyah Keling Hadirkan Teras Literasi
PWMJATENG.COM, JEPARA — SMP Muhammadiyah Keling meluncurkan Teras Literasi SMP Muhammadiyah Keling pada Kamis (15/10/2026). Inovasi ruang belajar terbuka di teras kelas ini hadir untuk perkuat literasi dan numerasi siswa melalui suasana belajar yang menyenangkan.
Kepala Sekolah, Sri Eryatiningsih, S.E., meresmikan langsung fasilitas pendukung pembelajaran tersebut di lingkungan sekolah. Langkah nyata ini menegaskan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel, interaktif, dan bermakna bagi seluruh murid.
Wadah Kreatif Penguatan Literasi dan Numerasi
Teras Literasi SMP Muhammadiyah Keling tidak sekadar berfungsi sebagai tempat membaca buku. Fasilitas ini menyediakan ruang interaksi, eksplorasi, serta permainan edukatif yang efektif mengasah pola pikir kritis siswa.
Melalui pemanfaatan area terbuka ini, para siswa dapat belajar memahami informasi, berdiskusi, dan memecahkan masalah sederhana. Selain itu, kegiatan berhitung yang dekat dengan kehidupan nyata turut menguatkan kecakapan numerasi mereka.
Ruang Alternatif Belajar di Luar Kelas
Tidak hanya untuk siswa, guru juga memanfaatkan Teras Literasi SMP Muhammadiyah Keling sebagai ruang alternatif pembelajaran di luar kelas. Proses belajar mengajar kini tidak lagi terbatas oleh dinding kelas konvensional.
Akibatnya, interaksi pembelajaran terasa lebih fleksibel dan menyegarkan. Lingkungan terbuka tersebut terbukti mampu memberikan pengalaman belajar baru yang jauh lebih mengesankan bagi peserta didik.
Seluruh warga sekolah turut mendukung penuh keberlanjutan program Teras Literasi SMP Muhammadiyah Keling ini. Kolaborasi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa menjadi kunci utama terciptanya budaya belajar yang positif.
Melalui keberadaan ruang belajar kreatif ini, sekolah berharap dapat membentuk karakter siswa yang tidak hanya mahir membaca dan berhitung. Lebih dari itu, murid mampu bernalar kritis serta menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor: Nurhidayah Muadzim
Editor: Akmal



