Dukung Sekolah Adiwiyata, Tim P2M Gelar Edukasi Pemilahan Sampah UMS Kreatif di MI Muhammadiyah Gedongan
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar edukasi pemilahan sampah UMS di MI Muhammadiyah Gedongan. Langkah ini menjadi aksi nyata akademisi dalam mendukung pembentukan Sekolah Adiwiyata sejak dini.
Melalui Fakultas Farmasi, tim UMS mengusung program Gerakan Sekolah Ceria yang memadukan teori dan praktik. Para akademisi mengajak ratusan siswa sekolah dasar tersebut untuk mengenali serta memilah jenis sampah secara menyenangkan.
Selain mendengarkan materi, siswa kader Adiwiyata kelas V dan VI melukis galon bekas untuk tempat sampah organik dan anorganik. Aksi kreatif ini mengimplementasikan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) secara langsung di lingkungan sekolah.
Edukasi Pemilahan Sampah UMS Dorong Pembiasaan Lingkungan
Ketua Tim P2M UMS, Anisa Dewi Rahayu, S.Si., menegaskan bahwa edukasi lingkungan harus berorientasi pada praktik. Oleh karena itu, timnya memadukan penyampaian teori dengan aktivitas seni agar siswa mudah paham.
“Kami ingin mengenalkan kebiasaan menjaga lingkungan dari langkah sederhana di sekolah,” ujar Anisa pada Kamis (15/10/2026). Ia menambahkan bahwa pemanfaatan galon bekas melatih siswa menerapkan prinsip daur ulang secara konkret.
Dosen Farmasi UMS apt. Wahyu Utami, M.Si., Ph.D., dan Nindy Samira Rahmi, S.Si., turut mendampingi kegiatan ini. Selain itu, sebanyak 13 mahasiswa Fakultas Farmasi dari jenjang sarjana hingga doktor ikut membimbing para siswa.
Dalam sesi edukasi, para siswa mempelajari perbedaan mendasar antara sampah organik dan anorganik. Tim menyajikan seluruh materi dengan bahasa sederhana agar kader Adiwiyata muda mudah mengerti.
Setelah sesi diskusi, empat kelompok siswa langsung mempraktikkan edukasi pemilahan sampah UMS dengan mengecat galon bekas. Anak-anak terlihat antusias menuangkan kreasi warna pada galon yang siap menjadi tempat sampah terpilah.
Peningkatan Hasil Evaluasi dan Keberlanjutan Program
Untuk memperkuat pesan kebersihan, tim P2M UMS memasang poster edukatif di berbagai sudut strategis sekolah. Poster pengingat visual tersebut membantu siswa membuang sampah sesuai dengan kategori masing-masing.
Hasil evaluasi kegiatan pada Rabu (30/9/2026) menunjukkan lonjakan nilai post-test peserta. Angka tersebut membuktikan bahwa para siswa semakin memahami tata cara pemilahan sampah dengan benar.
Langkah ini juga memperkuat peran edukasi pemilahan sampah UMS dalam membangun kebiasaan hidup bersih jangka panjang. Pihak sekolah menyambut positif respons ceria anak-anak selama seluruh rangkaian acara berlangsung.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdi menyerahkan pengelolaan tempat sampah kreasi tersebut kepada pihak sekolah. Guru dan kader Adiwiyata akan terus memantau kebiasaan membuang sampah terpilah di setiap kelas.
Melalui kolaborasi erat ini, kegiatan pengabdian tidak berhenti sebagai acara seremoni semata. Sinergi perguruan tinggi dan sekolah dasar ini diharapkan membentuk budaya peduli lingkungan yang konsisten dan berkelanjutan.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



