Berita

Edukasi Warisan Budaya: Puluhan Murid SD Muhammadiyah PK Solo Belajar Membatik di Laweyan

PWMJATENG.COM, SOLO — Sebanyak 82 murid kelas II SD Muhammadiyah PK Solo memadati Batik Puspita Mekar, Kampung Batik Laweyan, Solo, Kamis (15/10/2026). Para siswa mengikuti kegiatan outing class edukatif untuk mempelajari seni membatik secara langsung.

Melalui tema “The Color of Nusantara: The Joy of Learning Batik”, kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi seni rupa peserta didik. Selain itu, pihak sekolah ingin menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya Nusantara sejak usia dini.

Guru Seni Rupa Kelas II SD Muhammadiyah PK Solo, Retno Indriyanti, menegaskan pentingnya pembelajaran kontekstual bagi perkembangan anak. Oleh karena itu, sekolah merancang agenda outing class secara rutin setiap semester.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperkaya pemahaman murid terkait materi ragam hias dan teknik pewarnaan,” kata Retno. Tambahnya, praktik langsung ini efektif menumbuhkan kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan anak-anak pada budaya tradisional.

Mengenal Teknik Canting Cap dan Pewarnaan

Pengelola Batik Puspita Mekar, Ferry Soeka Rochmadi, menyambut hangat kedatangan para siswa. Pada sesi awal, Ferry memaparkan sejarah tempat usahanya yang berdiri sejak 1998 serta membagikan nilai filosofis seni membatik.

Selanjutnya, anak-anak mulai mempraktikkan cara membuat karya seni batik. Para siswa terbagi ke dalam kelompok kecil laki-laki dan perempuan untuk memulai proses awal pembuatan batik cap.

Sambil memegang canting cap tembaga dan kain mori ukuran 30 cm x 30 cm, para murid meratakan cairan malam panas. Langkah ini bertujuan agar malam meresap sempurna ke pori-pori kain dan membentuk pola rupa yang presisi.

Setelah itu, murid-murid memasuki tahap pewarnaan kain yang sangat mereka nantikan. Anak-anak bebas memadukan empat warna pilihan, yaitu hijau, kuning, biru, dan merah, sesuai imajinasi masing-masing.

Antusiasme Murid SD Muhammadiyah PK Solo

Proses belajar membatik berlanjut ke tahap penjemuran kain. Setelah penjemuran, para petugas mencelupkan kain ke cairan natrium klorida (NaCl) agar warna bertahan lama dan tidak mudah luntur.

Hasil karya seni batik tersebut akan dikirim kembali ke sekolah dalam waktu satu pekan. Langkah ini memastikan proses pengeringan dan pewarnaan mencapai hasil terbaik.

Salah satu siswa kelas II SD Muhammadiyah PK Solo, Davis Rizky Pramana, membagikan keseruannya saat pertama kali mencoba membatik. Ia mengaku takjub ketika memperhatikan perubahan warna di atas kain mori.

“Ini pengalaman pertamaku membatik memakai canting cap tembaga dan malam. Kegiatannya cukup menantang tetapi sangat menyenangkan,” tutur Davis gembira.

Melalui program outing class ini, SD Muhammadiyah PK Solo berkomitmen terus mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berakar kuat pada nilai tradisi Nusantara.

Kontributor: Nikmah Hidayati
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d