Cara Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun Cuci Piring, Tim UMS Dampingi Warga Gatak
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim pengabdian masyarakat UMS membagikan edukasi praktis mengenai cara olah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring ramah lingkungan. Dosen dan mahasiswa UMS mengajari anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, memproses limbah dapur agar memiliki nilai ekonomi.
Langkah inovatif ini menjadi jawaban atas keluhan limbah rumah tangga yang kerap merusak lingkungan. Tim UMS hadir memberikan pelatihan pengolahan limbah, edukasi kesehatan, hingga pendampingan produksi secara berkelanjutan.
Mengubah Limbah Dapur Menjadi Produk Bernilai Jual
Ketua kegiatan pengabdian masyarakat UMS, Prof. Dr. Sri Lestari, S.Psi., M.Si., menyampaikan pentingnya pemanfaatan limbah rumah tangga. Perwakilan tim, Dr. Siti Fatimah, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud kerja sama UMS bersama PCA Gatak Sukoharjo.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah minyak goreng bekas menjadi produk bernilai guna. Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai jual berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Siti Fatimah, Rabu (14/10/2026).
Siti Fatimah menegaskan bahwa minyak goreng bekas yang dibuang begitu saja dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami cara olah minyak jelantah secara benar agar berubah menjadi sabun cuci piring dari minyak jelantah yang bermanfaat.
Edukasi Pemurnian Zeolit dan Bahaya Kesehatan
Tiga dosen UMS memimpin pelatihan ini secara terstruktur. Dr. Siti Fatimah dari Program Studi Teknik Kimia mengawali sesi dengan memaparkan sosialisasi penggunaan zeolit untuk memurnikan minyak goreng bekas.
Proses pemurnian zeolit tersebut menjadi tahap awal yang sangat krusial dalam cara olah minyak jelantah. Tahapan ini memastikan bahan dasar aman sebelum warga mengolahnya menjadi sabun cair pencuci piring.
Selanjutnya, Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum, S.K.M., M.Kes., menyampaikan bahaya minyak goreng bekas bagi kesehatan. Tanjung mengemas materi melalui permainan edukatif interaktif agar para peserta mudah memahami risiko penggunaan minyak secara berulang.
Mengubah Persepsi Warga dan Praktik Pembuatan Sabun
Pada sesi berikutnya, Setia Asyanti, S.Psi., M.Si., Psikolog, membimbing peserta untuk mengubah pola pikir terhadap produk berbahan limbah. Setia menekankan pentingnya restrukturisasi kognitif agar masyarakat tidak memandang sebelah mata sabun dari bahan daur ulang.
“Minyak goreng bekas yang telah melalui proses pemurnian bukan lagi limbah yang kotor. Bahan tersebut kini menjadi produk baru yang kaya manfaat untuk kebutuhan harian,” kata Setia.
Sebanyak 28 perwakilan dari 14 Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) bersama ibu-ibu PCA Gatak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini. Tim pengabdian masyarakat UMS langsung melanjutkan acara dengan praktik pembuatan sabun cair yang dipandu oleh Prof. Sri Lestari.
Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) ini sukses rampung pada Jumat (9/10/2026) di BA Aisyiyah Sraten, Gatak, Sukoharjo. Lewat pemahaman cara olah minyak jelantah yang tepat, UMS tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga.
Kontributor: Genis
Editor: Akmal



